Kyrie Irving muncul hari ini dengan gaya yang langsung mencuri perhatian. Bintang Dallas Mavericks itu terlihat mengenakan kaus bertuliskan dukungan untuk Palestina, produksi Wear The Peace. Yang membuatnya lebih bermakna, kaus itu dibuat khusus untuk mengenang Saleh al-Jafarawi, seorang jurnalis warga dari Gaza.
Nama al-Jafarawi mungkin tak asing bagi yang mengikuti perkembangan di sana. Selain jurnalis, ia juga seorang atlet tenis meja yang punya banyak pengikut. Nasibnya berakhir tragis di Kota Gaza, Oktober 2025 silam. Ia ditembak mati oleh geng-geng yang disebut-sebut bersekutu dengan Israel, tepat saat meliput kerusuhan pasca gencatan senjata. Kisahnya tak berhenti di situ.
Setelah kematiannya, hal aneh terjadi. Meta tiba-tiba menghapus akun Instagram al-Jafarawi. Padahal, akun itu berisi dokumentasi lapangan bertahun-tahun dari Gaza banyak di antaranya bahkan dipakai kelompok HAM sebagai bukti potensial kejahatan perang. Hilang begitu saja.
Di tengah situasi seperti ini, suara dari dunia olahraga AS, khususnya NBA, terasa sangat senyap. Konflik yang sudah berlangsung 26 bulan dan disiarkan langsung ke seluruh dunia seolah tak cukup menggugah banyak atlet. Irving jadi pengecualian. Ia termasuk segelintir kecil yang berani menyuarakan dukungan terbuka untuk Palestina.
Padahal, berbicara politik di liga basket paling top di dunia itu bukan tanpa risiko. Coba tanya Dwight Howard.
Rekan sesama bintang NBA itu pernah men-tweet "Bebaskan Palestina" di tahun 2014, saat perang Gaza berkecamuk. Reaksinya? Hanya dalam hitungan menit, telepon dari kantor komisioner NBA langsung masuk, mendesaknya untuk segera menghapus cuitan itu. Cerita itu cukup menggambarkan tekanan yang ada.
Maka wajar, sejak Oktober 2023, bisa dihitung dengan jari pemain NBA yang berani buka suara. Irving, dengan segala reputasinya, memilih jalan yang berbeda.
Karirnya di lapangan memang cemerlang. Pemain dengan ball-handling magis dan finishing spektakuler ini adalah juara NBA 2016 bersama Cleveland Cavaliers, Rookie of the Year 2012, dan sudah delapan kali terpilih sebagai All-Star. Tapi di luar lapangan, perjalanan pribadinya juga menarik.
Irving secara publik mengakui dirinya sebagai mualaf pada April 2021, saat masih membela Brooklyn Nets. Keputusannya hari ini memakai kaus itu, mungkin tak lepas dari perjalanan spiritual dan keyakinannya itu.
Foto Irving dengan kaus tersebut dengan cepat menyebar di media sosial, diunggah oleh akun @DropSiteNews. Gambarnya jelas: seorang superstar dengan platform besar, memilih untuk berdiri di sisi yang ia yakini, meski tahu konsekuensinya bisa besar.
Artikel Terkait
LPDP Perketat Pengawasan, 600 Penerima Beasiswa Diselidiki atas Dugaan Pelanggaran
Jadwal Imsak dan Anjuran Sahur di Banjarmasin pada 24 Februari 2026
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi