Kyrie Irving muncul hari ini dengan gaya yang langsung mencuri perhatian. Bintang Dallas Mavericks itu terlihat mengenakan kaus bertuliskan dukungan untuk Palestina, produksi Wear The Peace. Yang membuatnya lebih bermakna, kaus itu dibuat khusus untuk mengenang Saleh al-Jafarawi, seorang jurnalis warga dari Gaza.
Nama al-Jafarawi mungkin tak asing bagi yang mengikuti perkembangan di sana. Selain jurnalis, ia juga seorang atlet tenis meja yang punya banyak pengikut. Nasibnya berakhir tragis di Kota Gaza, Oktober 2025 silam. Ia ditembak mati oleh geng-geng yang disebut-sebut bersekutu dengan Israel, tepat saat meliput kerusuhan pasca gencatan senjata. Kisahnya tak berhenti di situ.
Setelah kematiannya, hal aneh terjadi. Meta tiba-tiba menghapus akun Instagram al-Jafarawi. Padahal, akun itu berisi dokumentasi lapangan bertahun-tahun dari Gaza banyak di antaranya bahkan dipakai kelompok HAM sebagai bukti potensial kejahatan perang. Hilang begitu saja.
Di tengah situasi seperti ini, suara dari dunia olahraga AS, khususnya NBA, terasa sangat senyap. Konflik yang sudah berlangsung 26 bulan dan disiarkan langsung ke seluruh dunia seolah tak cukup menggugah banyak atlet. Irving jadi pengecualian. Ia termasuk segelintir kecil yang berani menyuarakan dukungan terbuka untuk Palestina.
Padahal, berbicara politik di liga basket paling top di dunia itu bukan tanpa risiko. Coba tanya Dwight Howard.
Artikel Terkait
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang
Tenda Pengungsian di Gaza Diserang Drone, Lima Anak di Antaranya Tewas
Mabuk dan Tuduhan Uang Patungan, Seorang Pria Tewas Dianiaya Teman Minumnya di Rappocini