“Hiruk pikuk group para buzzer. Mens Rea mengembalikan asa mereka. Ada lagi sumber pintu rejeki. Ayo bagikan perintahnya. Semua sosmed bergerak. Bikin kontent. Posting. Tunggu transferan. Terima kasih Mens Rea. 🥰🙏🏽,” tulis Arie di akun X-nya.
Sindiran itu seolah menegaskan bahwa kritik Pandji telah menyentuh saraf yang sensitif. Di sisi lain, justru membuktikan betapa relevan dan berpengaruhnya pertunjukan “Mens Rea” itu sendiri. Buzzer yang dikerahkan malah jadi bahan olokan baru, memperpanjang umur perbincangan tentang spesial komedi yang satu ini.
Jadi, selain sukses menghibur, Pandji rupanya berhasil membuka kotak Pandora percakapan politik di ruang publik dengan segala konsekuensinya. Dan semuanya dimulai dari sebuah panggung komedi.
Artikel Terkait
Dapur, Masakan, dan Kenangan Ibu: Dua Cerpen yang Menyimpan Memori Kolektif
Relawan Bogor Bangun Hunian Darurat dan Bawa Harapan ke Aceh Tamiang
Longsor di Kudus Seret Dua Kendaraan ke Jurang
Istri di Balik Badai Haji: Eny Retno, Perempuan yang 21 Tahun Hidup dalam Sunyi