Melihat sekolahnya bisa beroperasi lagi, salah seorang guru, Misriyati, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Kami sangat berterima kasih pada pemerintah, TNI-Polri, dan semua relawan yang sudah membantu,” ujarnya. Guru Bahasa Indonesia itu bercerita, proses belajar sempat terhenti hampir sebulan karena banjir saat itu merendam gedung sekolah hingga setinggi tiga lantai.
“Semoga SMAN 4 tetap bangkit, warga Aceh Tamiang juga bangkit. Tetap semangat,” tambah Misriyati penuh harap.
Harapan yang sederhana, tapi punya makna besar. Setelah dihantam musibah, kini mereka pelan-pelan bangkit. Hari pertama sekolah ini bukan cuma soal masuk kelas, tapi juga tentang memulai lagi.
Artikel Terkait
Wagub Babel Diperiksa Bareskrim, Ijazah Diklaim Cuma Belum Dilegalisir
Ketika Algoritma Menjadi Hakim Cinta: Red Flag yang Menggerus Relasi Manusia
TikTokable atau Tidak? Destinasi Hits 2026 dan Trik Simpan Video Tanpa Watermark
Pemulihan Aceh dan Sumatera: Ekonomi Kreatif dan Klinik UMKM Jadi Ujung Tombak