Melihat sekolahnya bisa beroperasi lagi, salah seorang guru, Misriyati, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Kami sangat berterima kasih pada pemerintah, TNI-Polri, dan semua relawan yang sudah membantu,” ujarnya. Guru Bahasa Indonesia itu bercerita, proses belajar sempat terhenti hampir sebulan karena banjir saat itu merendam gedung sekolah hingga setinggi tiga lantai.
“Semoga SMAN 4 tetap bangkit, warga Aceh Tamiang juga bangkit. Tetap semangat,” tambah Misriyati penuh harap.
Harapan yang sederhana, tapi punya makna besar. Setelah dihantam musibah, kini mereka pelan-pelan bangkit. Hari pertama sekolah ini bukan cuma soal masuk kelas, tapi juga tentang memulai lagi.
Artikel Terkait
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri, Bournemouth Menang 2-1
Ayah di Cianjur Ditahan Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 10 Tahun
Presiden Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI di Munas ke-16
Mentan Proyeksikan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Dorong Hilirisasi Inovasi Kampus