Iran pun tak luput. Terkait gelombang protes di negara itu, Trump berkomentar keras. "Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang mereka lakukan di masa lalu, saya pikir mereka akan dihantam sangat keras oleh Amerika Serikat."
Di sisi lain, untuk Kuba sekutu utama Caracas Trump justru punya penilaian berbeda. Ia tak bicara tentang intervensi militer. Menurutnya, negara pulau itu sudah "siap runtuh" dengan sendirinya.
Pernyataan ini agak berbeda dengan isyarat Menteri Luar Negeri Marco Rubio lebih awal, yang menyiratkan kemungkinan aksi militer terhadap Havana.
Dan, seperti lagu lama yang diputar ulang, Trump kembali menyentuh soal Greenland. Keinginannya untuk mengambil alih wilayah semi-otonom Denmark itu ia tegaskan lagi. Alasannya klasik: keamanan nasional.
Serangkaian pernyataan dari udara itu, singkatnya, meninggalkan kesan yang jelas. Pasca-Venezuela, panggilan untuk konfrontasi justru semakin luas. Dunia menunggu, apa yang akan terjadi berikutnya.
Artikel Terkait
Skripsi yang Tersandera Birokrasi: Gelar atau Gagasan?
Cinta yang Lelah di Tanah yang Terus Dijarah
Bolsonaro Terjatuh di Balik Jeruji, Dilarikan ke Rumah Sakit
Kobaran Api Hanguskan Rumah di Palmerah Dini Hari