Bagi Dino, momen Venezuela ini seharusnya jadi kesempatan emas. Saatnya Indonesia menunjukkan kembali jati diri politik luar negerinya yang bebas aktif. Ia mengingatkan sebuah contoh nyata di masa lalu: tegasnya Indonesia menentang invasi AS ke Irak tahun 2003, meski saat itu hubungan dengan Washington cukup erat.
tegasnya.
Prinsip bebas aktif, dalam pandangannya, bukan sekadar kata-kata indah di kertas diplomasi. Itu adalah keberanian untuk punya pendirian, membela hukum internasional, dan nilai-nilai keadilan. Kemitraan dengan Amerika Serikat atau negara mana pun seharusnya tidak membuat Indonesia jadi penurut dan mengabaikan hal-hal prinsipil.
tandas Dino.
Kritikan pedas dari Dino ini menambah panjang daftar sorotan terhadap arah diplomasi Indonesia di bawah pemerintahan yang baru. Banyak yang berpendapat, sikap tegas dalam isu global sangat dibutuhkan. Tanpa itu, kredibilitas dan kepemimpinan moral Indonesia di panggung internasional bisa dipertanyakan, apalagi di tengah dinamika geopolitik yang makin ruwet dan tak menentu.
Artikel Terkait
Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Akhirnya Dibongkar Malam Ini
Skripsi yang Tersandera Birokrasi: Gelar atau Gagasan?
Cinta yang Lelah di Tanah yang Terus Dijarah
Bolsonaro Terjatuh di Balik Jeruji, Dilarikan ke Rumah Sakit