Dari dalam Air Force One, Presiden Donald Trump membuat pernyataan yang mengguncang pada Minggu lalu. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat kini "mengendalikan" Venezuela. Pernyataan itu keluar tak lama setelah operasi militer AS berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam sebuah serangan dini hari Sabtu.
Namun begitu, situasinya tak sepenuhnya hitam putih. Washington ternyata sudah membuka jalur komunikasi dengan kepemimpinan baru di Caracas. Tampaknya, AS sedang bermain dua kartu sekaligus.
"Kami berurusan dengan orang-orang yang baru saja dilantik," ujar Trump kepada para wartawan yang mengepungnya di pesawat kepresidenan.
Lalu, dengan nada yang lebih tegas, ia menambahkan, "Artinya kami yang memegang kendali."
Di sisi lain, dari ibu kota Venezuela, Wakil Presiden yang kini memimpin sementara, Delcy Rodriguez, menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama. Menurut laporan AFP, Rodriguez menginginkan hubungan yang seimbang dan dilandasi rasa saling menghormat dengan pemerintahan Trump. Sebuah tawaran yang terasa seperti upaya bertahan di tengah tekanan yang luar biasa.
Artikel Terkait
Prabowo Siapkan Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc, Besaran Masih Dihitung
Rajab dan Kesalehan yang Lupa Menjaga Bumi
Mutiara dari Timur: Bahlil Lahadalia Tersipu Saat Dijuluki Kolega di Acara Natal Nasional
Hakim Terkejut, Gaji Konsultan Nadiem Tembus Rp 163 Juta per Bulan