Peringatan dari Sejarah: Indonesia Bisa Runtuh Jika Terbelah dari Dalam

- Senin, 05 Januari 2026 | 05:50 WIB
Peringatan dari Sejarah: Indonesia Bisa Runtuh Jika Terbelah dari Dalam

Patriotisme sejati bukan soal teriakan yang paling keras. Tapi tentang tindakan nyata menjaga agar negeri tetap utuh. Cinta tanah air pun bukan berarti menyingkirkan yang berbeda, melainkan memastikan setiap anak bangsa punya tempat yang adil di bawah langit yang sama.

Kita semua pasti ingin negeri yang tegas tapi adil. Kuat, namun beradab. Berdaulat tanpa perlu menindas. Beriman tanpa memaksa. Impian akan negeri di mana hukum berdiri lurus dan pemimpin tunduk pada amanah rakyat, bukan pada kepentingan kelompok sempit, harus tetap kita pegang.

Jadi, jika Anda mengaku cinta bangsa ini, buktikan dengan merawat persatuannya. Kalau Anda bilang membela kebenaran, lindungilah kemanusiaan yang ada di dalamnya. Dan jika perjuangan Anda adalah untuk masa depan, jangan wariskan perpecahan kepada anak-cucu.

Mereka berhak tumbuh tanpa rasa curiga. Tanpa beban dendam warisan. Tanpa dipaksa memilih antara identitas mereka dan rasa kebangsaan.

Biarlah perbedaan jadi kekayaan, bukan senjata. Biarkan keyakinan menjadi cahaya penerang, bukan bara penghangus. Negara harus berdiri satu, tanpa ada bayang-bayang negara lain yang tumbuh di dalamnya. Fenomena seperti area yang tak terpantau, yang bisa jadi permainan, adalah contoh nyata yang harus diwaspadai. Itu awal dari "negara dalam negara".

Negeri kita terlalu berharga untuk dikorbankan demi ego sesaat. Terlalu mahal untuk ditukar dengan kekuasaan yang fana. Dan terlalu suci untuk dinodai oleh pengkhianatan terhadap ikrar persatuan.

Maka, dengan suara tenang namun teguh, kami berseru: jangan cederai bangsa ini. Selamatkan negeri kita. Jaga ia agar tetap satu. Utuh dalam perbedaan, kuat dalam kebersamaan.

Karena Indonesia bukan cuma milik kita hari ini. Ia adalah titipan sejarah yang berat, untuk masa depan yang harus kita jaga bersama-sama.

 

Jakarta, 5 Januari 2026.

(jaksat/ed/ame/red)


Halaman:

Komentar