Serangan AS ke Venezuela Picu Perpecahan Tajam di Capitol Hill

- Minggu, 04 Januari 2026 | 13:50 WIB
Serangan AS ke Venezuela Picu Perpecahan Tajam di Capitol Hill

Argumennya sederhana: Venezuela bukan ancaman mendesak, dan Kongres belum pernah menyetujui penggunaan kekuatan militer di kawasan itu. Ia juga mendesak Ketua DPR Mike Johnson untuk segera memanggil sidang darurat guna "mengendalikan presiden yang sudah lepas kendali ini".

Tom Cotton (Senator - Republik)

Berbeda sama sekali dengan koleganya dari Demokrat, Cotton justru memuji Trump. Ia menyebut operasi penangkapan Maduro sebagai sebuah pencapaian yang "luar biasa".

"Nicolas Maduro bukan hanya diktator ilegal; ia juga menjalankan jaringan perdagangan narkoba berskala besar. Itulah sebabnya ia didakwa di pengadilan AS hampir enam tahun lalu," tulis Cotton di X.

Dari pembicaraannya dengan Rubio, Cotton mengonfirmasi Maduro sudah dalam tahanan AS dan akan diadili. Ia juga menyampaikan peringatan keras kepada pemerintahan sementara Venezuela, agar memilih untuk kembali ke "dunia beradab". Pilihannya, katanya, harus bijak.

Marjorie Taylor Greene (DPR - Republik)

Politisi kontroversial ini justru mempertanyakan konsistensi kebijakan partainya sendiri. Lewat media sosial, Greene menyoroti standar ganda dalam perang melawan narkoba.

Kebanyakan kematian akibat narkoba di AS, menurutnya, berasal dari kartel Meksiko. Tapi Trump tak menyerang mereka. Ia juga menyindir pengampunan yang diberikan Trump kepada mantan Presiden Honduras yang terlibat narkoba.

"Pengamatan berikutnya yang jelas adalah bahwa dengan menyingkirkan Maduro, ini merupakan langkah nyata untuk menguasai pasokan minyak Venezuela," tulisnya. Greene lalu membandingkan, kalau AS boleh menangkap pemimpin asing, mengapa Rusia dan China dikecam untuk tindakan serupa? "Apakah itu hanya boleh jika kita yang melakukannya?" tanyanya.

JD Vance (Wakil Presiden AS)

Wakil Presiden Vance tampil membela atasannya. Operasi penangkapan Maduro, katanya, membuktikan Trump adalah pria yang menepati kata-katanya.

"Presiden telah menawarkan berbagai jalan keluar, tetapi sejak awal sangat jelas: perdagangan narkoba harus dihentikan, dan minyak yang dicuri harus dikembalikan kepada Amerika Serikat," ujar Vance.

Ia juga menanggapi keras mereka yang menyebut aksi ini ilegal. "Maduro memiliki banyak dakwaan di Amerika Serikat atas narkoterorisme. Anda tidak bisa menghindari keadilan hanya karena Anda tinggal di istana di Caracas," tegasnya. Titik.

Gelombang reaksi ini menunjukkan satu hal: langkah militer AS di Venezuela bukan cuma memecah belah negara itu, tapi juga politik dalam negeri Amerika sendiri. Dampaknya masih harus ditunggu.


Halaman:

Komentar