Sabtu lalu (3/1/2026), suasana di Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang terasa berbeda. Kehadiran rombongan pertama Praja IPDN disambut langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto. Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan awal dari misi khusus selama sebulan penuh: memulihkan pemerintahan dan pelayanan publik yang terdampak bencana.
Ini adalah wujud nyata arahan Mendagri Tito Karnavian. Intinya, bagaimana fungsi-fungsi vital daerah bisa kembali normal secepat mungkin.
“Tugas kita semua di sini adalah mempercepat kembalinya fungsi-fungsi pemerintahan,”
tegas Bima, mengulang pesan sang menteri kepada para praja yang hadir.
Memang, pekerjaan yang menanti tak bisa dibilang ringan. Fokus utama mereka nanti bakal berkutat pada pembersihan dan penataan ulang kantor dinas yang berantakan. Tak cuma itu, mereka juga akan mendampingi perangkat daerah setempat agar pelayanan kepada masyarakat bisa segera berdenyut lagi. Bayangkan saja, kondisi pascabencana pasti jauh dari kata nyaman. Medannya berat, tantangannya kompleks.
“Kondisinya tidak mudah, medannya berat. Tapi yakinilah bahwa Anda semua sebagai calon pemimpin-pemimpin masa depan,”
ujar Bima, mencoba menyuntikkan semangat. Ia tak memungkiri, situasi lapangan akan menguji kesiapan fisik, mental, dan kedisiplinan mereka semua.
Namun begitu, justru di situlah nilai plusnya. Menurut Bima, penugasan di Aceh Tamiang ini bukan cuma soal bantuan teknis. Lebih dari itu, ini adalah bagian krusial dari pembentukan karakter. Sebuah 'kawah candradimuka' yang sesungguhnya untuk menggembleng jiwa kepemimpinan, empati, dan ketangguhan sebagai calon aparatur negara.
“Di sini adalah kawah candradimuka, di sini adalah tempat penggemblengan [dan] tempat ujian bagi kalian semua,”
tegasnya lagi.
Di sisi lain, peran mereka mungkin bakal meluas. Selain urusan pemerintahan, para praja ini berpotensi dilibatkan dalam pendampingan pemulihan ekonomi warga. Misalnya, membantu para pelaku UMKM yang porak-poranda agar bisa bangkit dan berjalan kembali.
Bima menutup arahan dengan pesan yang berapi-api. Ia ingin setiap praja memberikan yang terbaik.
“Pastikan semuanya memberikan yang terbaik. Anda semua adalah pelaku sejarah. Anda semua adalah aktor-aktor yang sangat menentukan. Keringat Anda, waktu Anda, [dan] pikiran Anda selama di sini akan dinanti dan dibutuhkan oleh warga Aceh Tamiang,”
tandasnya.
Dalam kesempatan itu, hadir juga sejumlah pejabat penting. Rektor IPDN Halilul Khairi hadir bersama para wakil rektor, Azharisman Rozie dan Arief M. Edie. Dari pihak daerah, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail turut menyambut, diiringi para pejabat terkait lainnya. Mereka semua menyaksikan dimulainya babak baru pengabdian para calon pemimpin itu.
Artikel Terkait
Pakar Hukum: Warga Berhak Gugat Negara atas Kelalaian Infrastruktur Publik
Pemimpin Kartel CJNG El Mencho Tewas, Kekacauan di Meksiko Picu Peringatan Perjalanan dan Pembatalan Penerbangan
Makassar Alokasikan Rp10,6 Miliar untuk Bangun Jalan Akses TPA Antang
Catatan Harian Ungkap Jaringan Dakwah Ulama Sulsel KH Ahmad Surur