Operasi Rahasia AS: Intelijen dan Replika Rumah Aman yang Gagalkan Pelarian Maduro

- Minggu, 04 Januari 2026 | 03:06 WIB
Operasi Rahasia AS: Intelijen dan Replika Rumah Aman yang Gagalkan Pelarian Maduro

Perjalanan mereka tidak sepenuhnya mulus. Sekitar pukul 1 dini hari Sabtu, helikopter yang membawa mereka ditembaki. Satu helikopter terkena, tapi masih bisa melanjutkan penerbangan.

Sesampainya di lokasi, pasukan bersama agen FBI langsung bergerak masuk.

"Mereka merangsek masuk, menjebol beberapa sisi yang tentu saja tidak mudah. Sebab, ada pintu-pintu besi, yang dipasang untuk perlindungan. Tapi semua bisa diatasi beberapa detik," papar Trump menggambarkan momen kritis itu.

Di dalam, Maduro dan istrinya sama sekali tak berkutik. Mereka bahkan tak sempat mencapai ruang aman. "Mereka disergap dengan cepat, sehingga tak dapat melarikan diri," tambah Trump.

Tak sampai 7 jam usai operasi, Trump sendiri yang membocorkan keberadaan Maduro. Lewat Truth Social, dia menulis singkat: "Nicolas Maduro, di Kapal USS Iwo Jima." Dari sana, mantan presiden itu langsung dibawa ke New York untuk menjalani proses hukum.

Rangkaian Dakwaan Menunggu

Di Amerika, Jaksa Agung Pam Bondi sudah menunggu. Dia menegaskan Maduro akan menghadapi pengadilan AS. "Dia akan menghadapi murka keadilan AS di tanah Amerika dan di pengadilan Amerika," tegas Bondi.

Dakwaannya berat. Mulai dari Konspirasi Narkoterorisme, Konspirasi Impor Kokain, hingga kepemilikan senjata secara ilegal. Sebenarnya, dakwaan dari Distrik Selatan New York ini sudah menjerat Maduro sejak 2020.

Pemerintah Trump selama ini memang kerap menyebut Maduro sebagai pemimpin kartel narkoba. Tuduhan yang selalu dibantah keras oleh Maduro dan pemerintahannya. Kini, semua akan diuji di ruang pengadilan.


Halaman:

Komentar