Yerusalem Sejak fajar belum sepenuhnya menyingsing, ribuan warga Palestina sudah mulai berdatangan. Tujuannya satu: Masjid Al-Aqsa. Mereka bertekad melaksanakan salat Jumat di sana, meski harus menghadapi pembatasan ketat yang diterapkan militer Israel. Dan mereka berhasil. Ribuan orang akhirnya memenuhi pelataran masjid suci itu, dalam sebuah pemandangan yang sarat makna.
Namun begitu, perjalanan menuju tempat ibadah itu sama sekali tidak mudah. Menurut laporan yang beredar, pasukan Israel berkumpul dalam jumlah besar di sejumlah titik kunci. Mereka memadati area sekitar Gerbang al-Asbat dan jalan yang mengarah ke Pasar Jumat.
Akses dibatasi, suasana tegang. Para pemuda kerap dihentikan, digeledah, dan identitas mereka diperiksa dengan cermat. Akibatnya, tidak sedikit yang akhirnya terpaksa diputar balik. Mereka dihalangi untuk sampai ke masjid dan bergabung dengan jamaah yang lain.
Di sisi lain, tekanan tidak hanya berhenti di situ. Polisi Israel juga disebut memaksa seorang aktivis Yerusalem, Mohammed Abu al-Hummus, untuk meninggalkan kawasan Kota Tua. Kejadian ini semakin menambah daftar insiden yang terjadi di hari yang seharusnya damai itu.
Suasana hari Jumat itu punya dua wajah. Di dalam kompleks Al-Aqsa, ribuan jamaah berkumpul dengan tenang. Sementara di luar, pengawasan ketat dan insiden-insiden kecil terus terjadi, mengingatkan semua pihak pada realitas kompleks yang menyelimuti kota suci ini.
Artikel Terkait
Tim SAR Kerahkan Drone Thermal Cari Remaja 14 Tahun yang Hilang di Hutan Mamuju
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri, Bournemouth Menang 2-1
Ayah di Cianjur Ditahan Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 10 Tahun
Presiden Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI di Munas ke-16