Asap tebal, kepanikan, dan teriakan histeris. Itulah gambaran malam tahun baru yang berubah menjadi bencana di sebuah bar bawah tanah di resor ski Crans-Montana, Swiss. Kebakaran itu menewaskan 40 orang. Setelah penyelidikan mendalam, otoritas setempat pada Jumat lalu menyebutkan titik awal api: kembang api tangan atau sparklers yang dinyalakan di bawah plafon berlapis busa.
Menurut sejumlah saksi dan rekaman video ponsel yang beredar, suasana saat itu tampak riuh dan penuh sukacita. Pengunjung bar Le Constellation, kebanyakan remaja dan anak muda, sedang berpesta. Tanpa diduga, sparklers yang ditancap di botol sampanye dan diacung-acungkan tinggi itu mendekati langit-langit rendah. Masalahnya, plafon itu dilapisi busa peredam suara material yang mudah sekali terbakar.
Dalam video yang saya lihat, percikan api dari sparklers itu mulai membakar lapisan busa. Tapi, entah mengapa, para pengunjung tampak tak menyadarinya. Mereka terus menari, terperangkap dalam euforia yang justru berubah jadi jebakan maut.
Kepala Jaksa Wilayah Wallis, Beatrice Pilloud, dalam konferensi persnya cukup tegas.
Artikel Terkait
Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah
Komnas HAM Tegaskan Kritik Kebijakan Pemerintah Adalah Hak yang Harus Dijamin
Laporan Ungkap Aliran Dana Terduga Teroris Lewat Binance, Pegawai Penyelidik Malah Diberhentikan
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik