Baru saja dilantik, Wali Kota New York Zohran Mamdani langsung membuat langkah kontroversial. Ia mencabut definisi antisemitisme yang diadopsi dari International Holocaust Remembrance Alliance (IHRA) kebijakan yang diterapkan oleh pendahulunya, Eric Adams.
Reaksi keras pun datang dari Kementerian Luar Negeri Israel. Mereka menilai langkah Mamdani justru akan memicu gelombang antisemitisme yang lebih besar.
“Pada hari pertamanya sebagai @NYCMayor, Mamdani menunjukkan sosok aslinya: dia menghapus definisi antisemitisme dan mencabut pembatasan boikot atas Israel. Ini bukan kepemimpinan. Ini adalah bensin antisemitisme yang dituang ke api yang menyala,”
Begitu bunyi pernyataan resmi mereka di platform X, seperti dilaporkan The Guardian awal Januari lalu.
Definisi IHRA yang dicabut itu memang cukup luas. Di dalamnya, tindakan "menjelek-jelekkan Israel" atau "menerapkan standar ganda" terhadap negara tersebut bisa dikategorikan sebagai bentuk antisemitisme kontemporer. Bagi banyak pengkritik, definisi ini berpotensi membungkam kritik yang sah terhadap kebijakan pemerintah Israel.
Mamdani sendiri tak menghindar dari kritik. Saat berbincang dengan Forward surat kabar Yahudi ternama di AS ia mengakui adanya kekhawatiran dari sejumlah organisasi Yahudi. Meski begitu, ia berjanji bahwa perlindungan bagi warga Yahudi New York tetap menjadi prioritas utamanya.
“Pemerintahan saya akan tanpa henti memerangi kebencian dan perpecahan. Itu akan kami buktikan dengan aksi nyata di seluruh kota, termasuk melawan momok antisemitisme. Caranya? Dengan mendanai program pencegahan kejahatan kebencian, merayakan keberagaman tetangga kita, dan mempraktikkan politik yang menyatukan,”
jelas Mamdani.
Artikel Terkait
Saksi Terakhir yang Bertemu Afiah: Ia Tampak Biasa Saja
Di Tengah Gemuruh Rawa Belong, Bambang Setia Meracik Bunga di Pinggir Jalan
Tragedi Warakas: Teriakan Histeris Pecah di Pagi Buta, Tiga Nyawa Melayang
Perpustakaan di Sekolah Rakyat: Mengubah Cara Pikir untuk Putuskan Rantai Kemiskinan