Doa untuk Pemimpin Zalim: Benarkah Wajib atau Hanya Sunnah Ahli Bidah?

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:20 WIB
Doa untuk Pemimpin Zalim: Benarkah Wajib atau Hanya Sunnah Ahli Bidah?

Artinya kurang lebih: “Ya Allah, siapa saja yang mengurusi urusan umatku, lalu ia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Dan siapa saja yang mengurusi urusan umatku, lalu ia bersikap lembut kepada mereka, maka lembutlah padanya.” (HR. Muslim no. 1828)

Nah, coba perhatikan. Doa di sini jelas bersyarat, bukan blanket statement. Pemimpin yang berlaku baik, didoakan kebaikan. Sebaliknya, yang membuat rakyat susah, juga ada konsekuensinya dalam doa. Jadi, klaim wajib mendoakan kebaikan untuk pemimpin zalim tanpa syarat, tampaknya jauh dari sunnah Nabi.

Menurut sejumlah pengamat, doktrin itu justru lebih mirip "sunnahnya ahli bid'ah". Gagasan yang dipaksakan, tidak punya akar yang kuat.

Ustadz Anshari Taslim sendiri pernah mengupas tuntas hal ini. Penjelasannya cukup gamblang membedah mana yang sesuai manhaj salaf dan mana yang bukan.

Untuk yang penasaran dan ingin menyimak analisis lebih detail, silakan simak penjelasan lengkapnya.


Halaman:

Komentar