Isu tentang kewajiban mendoakan pemimpin yang zalim belakangan ini ramai diperbincangkan. Tapi, benarkah ada perintah seperti itu? Nyatanya, dalam khazanah Islam, doktrin semacam itu sulit ditemukan dasarnya. Bahkan, tak ada ulama yang mewajibkannya.
Lalu dari mana asalnya? Ini patut dipertanyakan.
Kalau kita telusuri, justru ada hadits yang menunjukkan sikap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang lebih kompleks. Beliau tidak serta-merta mendoakan kebaikan untuk semua pemimpin. Kisahnya dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha.
Dalam sebuah riwayat, Nabi bersabda:
“Allahumma, man waliya min amri ummati syai-an fa syaqqa ‘alaihim, fasyquq ‘alaihi. Wa man waliya min amri ummati syai-an fa rafaqa bihim, farfuq bihi.”
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Polri Tindak Tegas Premanisme Usai Kasus Pengeroyokan di Purwakarta
Tabrakan Beruntun di Jalur Purworejo-Magelang Tewaskan Satu Orang
Presiden Prabowo Buka Munas IPSI, Dukung Pencak Silat Menuju Olimpiade
Cuaca Makassar Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Minggu, 12 April 2026