Kepala terasa penuh? Biasanya aku langsung menyalakan motor. Tanpa tujuan yang jelas, aku cuma melaju. Biarkan jalan yang menentukan di mana aku akan berhenti. Angin malam, itu selalu membantu. Setidaknya, membuat pikiran yang ruwet jadi sedikit lebih tenang.
Nyatanya, memang ada hal-hal yang tak bisa diselesaikan cuma dengan bicara.
Diam dan menjauh sebentar, justru cara bertahan yang paling aman buatku.
Sejak kecil, aku sudah biasa melakukan segalanya sendiri. Alasannya sederhana: bukan karena aku hebat, tapi karena tak selalu ada tempat untuk bersandar. Jadi ya, aku belajar. Menyelesaikan urusan tanpa banyak bertanya. Menelan perasaan, dan berusaha tak terlalu sering mengeluh. Terus melangkah, meski semangat itu kadang runtuh hanya oleh sepatah dua patah kata.
Dulu, aku tak tumbuh dengan pelukan atau kata-kata penyemangat. Mimpi-mimpiku bahkan sering terdengar terlalu tinggi, tak terjangkau. Reaksiku? Diam. Menyimpan semuanya dalam-dalam, lalu berjalan lagi seolah tak ada apa-apa. Pelan-pelan, itu jadi kebiasaan. Sebuah mekanisme bertahan hidup.
Dan jujur, dulu aku merasa ini tak adil.
Mengapa aku harus belajar berdiri sendiri lebih dulu, sementara yang lain dengan mudah mendapat dukungan?
Namun begitu, hidup punya caranya sendiri. Ia membawaku pergi merantau. Lingkungan baru yang asing, hari-hari yang menuntut adaptasi. Semuanya harus kuhadapi dengan kemampuan seadanya. Aku terpaksa belajar bertahan, menyesuaikan diri, dan yang paling penting mengenali siapa diriku sebenarnya.
Kalau dipikir-pikir, andai sejak awal segalanya dipermudah, mungkin aku tak akan pernah tahu sekuat apa diriku. Kebiasaan mengurus diri sendiri itulah yang justru menyelamatkanku.
Di sisi lain, perantauan juga mengajarkanku arti lain dari "kuat". Di sana, aku bertemu orang-orang yang mengajarkan arti hadir. Hadir untuk mendengar, bukan menghakimi. Hadir untuk menolong, tanpa banyak tanya. Dari mereka, aku pelan-pelan paham bahwa bertumbuh itu tak harus selalu sendirian. Bisa juga dilakukan bersama.
Artikel Terkait
Banjir Banten Melanda Jalan hingga Makam, Ratusan Warga Dievakuasi
Pesta Miras dan Joget di Halaman Puskesmas Kolut Bikin Heboh
Presiden Prabowo Ucapkan Selamat 2021 di Malam Tahun Baru 2026
Pilkada via DPRD: Efisiensi yang Menggerus Kedaulatan Rakyat