Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera memang menyisakan duka. Tapi, di tengah upaya pemulihan, ada pilihan menarik yang diambil para korban. Ternyata, tak semua warga yang rumahnya rusak memilih mengungsi ke hunian sementara yang disediakan pemerintah. Banyak dari mereka justru memilih opsi lain: menerima bantuan tunai.
Hingga penghujung Desember 2025, angka yang tercatat cukup signifikan. Sekitar 16.264 kepala keluarga di tiga provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh memilih skema Dana Tunggu Hunian (DTH). Data para calon penerima ini sudah diajukan pemda dan kini sedang diverifikasi oleh sejumlah kementerian terkait.
Menurut Kapusdatinkom BNPB, Abdul Muhari, keputusan ini sepenuhnya ada di tangan warga terdampak di tiap kabupaten dan kota.
ujar Muhari saat memberi keterangan di Posko Nasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin lalu.
Dia memastikan, prosesnya tak lagi berbelit. Seluruh nama penerima sudah tercatat lengkap dengan alamatnya. Validasi dilakukan dengan mencocokkan data langsung ke basis data kependudukan di Kemendagri. “Jadi masyarakat nggak perlu lagi repot-repot menunjukkan KTP atau KK secara fisik,” jelasnya.
Artikel Terkait
Banjir Akhir 2025: Duka yang Berulang dan Peringatan untuk 2026
LPSK Siap Lindungi Aktivis yang Terintimidasi di Wilayah Bencana
Bantuan Dana Hunian Sementara Mulai Cair untuk Korban Banjir Pidie Jaya
Tersangka Pembunuhan Bocah Cilegon Ditangkap di Pabuaran