Waspadai Efek Domino: Pengamat Bilang Gen Z Bisa Goyang Pemerintahan
Pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto dapat menghadapi ujian yang tak biasa. Amir Hamzah, seorang pengamat intelijen dan geopolitik, menyoroti kekuatan Generasi Z yang menurutnya tak boleh lagi dipandang sebelah mata. Gerakan mereka, kata dia, telah terbukti mampu menggoyang bahkan menjatuhkan pemerintahan di beberapa negara. Indonesia harus waspada.
"Ini bukan lagi demo konvensional," ujar Amir Hamzah kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).
"Ini adalah networked protest. Gen Z tidak perlu struktur organisasi besar, cukup isu yang tepat, momentum, dan viralitas."
Menurutnya, Gen Z kini menjadi aktor politik yang sangat menentukan. Mereka lincah, digital native, dan mengandalkan media sosial untuk segalanya: memobilisasi massa, membentuk opini, hingga memberi legitimasi pada aksi jalanan. Lanskap geopolitik domestik pun berubah. Sekarang, algoritma platform digital sering jadi pemantik perlawanan publik, bukan lagi partai politik.
Narasi tentang ketidakadilan, isu ekonomi yang menyengsarakan, atau simbol-simbol elit yang dianggap tak peka, dengan mudah menyebar dan menyulut kemarahan kolektif.
"Gen Z bergerak bukan karena ideologi kaku, tetapi karena rasa frustrasi ekonomi dan ketidakadilan simbolik," jelas Amir.
"Ketika mereka melihat elit hidup nyaman di tengah kesulitan rakyat, itu menjadi bahan bakar protes."
Dia mengajak kita melihat preseden global. Polanya nyaris seragam. Ambil contoh Nepal, di mana tekanan publik memaksa Perdana Menteri K.P. Sharma Oli mundur. Lalu ada Madagaskar yang dilanda instabilitas serius akibat protes anak muda pada September 2025. Atau Bulgaria, di mana PM Rosen Zhelyazkov mengundurkan diri Desember 2025 setelah tekanan masif, dengan Gen Z di garda depan.
"Ini bukan kebetulan. Ada pola," tegasnya. "Ketika ekonomi stagnan, pengangguran anak muda tinggi, dan elit terlihat abai, Gen Z akan bergerak."
Artikel Terkait
Dibalik Pujian: Lelah yang Tak Terungkap dari Mahasiswa yang Bekerja
Kuda Andong Jatuh di Malioboro, Pengurus Bantah Tudingan Kelelahan
Gempa 6,5 Magnitudo Guncang Meksiko, Presiden Sheinbaum Batal Konferensi Pers
Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas: Polisi Periksa Enam Saksi