Sudah lima hari berlalu, tapi Syafiq Ridhan Ali Razan masih belum ditemukan. Remaja 18 tahun asal Magelang itu mendaki Gunung Slamet bersama seorang teman pada Sabtu lalu, dan kemudian mereka terpisah di tengah jalur pendakian.
Pencarian yang melibatkan puluhan orang terus digencarkan. Andri Adi, Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, mengakui situasinya semakin mengkhawatirkan. “Bekalnya cuma untuk dua hari. Jadi besar kemungkinan sekarang sudah habis,” ujarnya pada Jumat (2/1).
Kekhawatiran itu makin menjadi. “Yang kami takutkan kalau terjadi kecelakaan,” lanjut Andri. “Sudah dilacak pakai cahaya ataupun suara, belum ketemu sama sekali.”
Di sisi lain, upaya pencarian justru diperbesar. Jumlah relawan ditambah, areanya diperluas. “Mungkin sudah lebih dari 70-an orang,” jelas Andri. Ada tim yang datang dari Magelang, ada pula yang disiagakan lewat jalur Bambangan di Purbalingga, mengantisipasi kemungkinan Syafiq bergeser ke wilayah itu.
Namun begitu, medan yang dihadapi sungguh berat. Gunung Slamet bukan gunung sembarangan. Ia yang tertinggi di Jawa Tengah dan nomor dua di Pulau Jawa ini punya hutan lebat, semak belukar, dan kontur yang terjal. Cuaca buruk belakangan ini juga menambah kesulitan yang ada.
Artikel Terkait
Kapal Harapan Kedua PMI Angkut 2.500 Ton Bantuan untuk Pemulihan Pasca-Bencana
MSBI Desak Kejagung: Beralih dari Pertamina, Selidiki Dugaan Kebocoran di PLN
Utang Rp700 Ribu Berujung Petaka, Pemuda 18 Tahun Tewas Dijerat di Kamar Kos
Taxi Driver 3 Kuasai SBS Drama Awards, Lee Je-hoon Pecahkan Rekor Daesang