Ia mencoba menggambarkan besarnya air yang datang dalam sehari itu, setara dengan debit sebulan penuh di kondisi normal.
Harapan Warga Terdampak
Menurut Betra, saat bencana terjadi, warga sempat terisolasi. Beberapa rumah bahkan hanyut diterjang banjir.
Suaranya terdapat harapan, tapi juga kecemasan. Harapan terbesarnya sekarang sederhana: pemulihan pascabencana bisa berjalan cepat. Para petani yang kehilangan irigasi sangat membutuhkan sumber air untuk menyambung hidup.
Ia menekankan, saluran air untuk sawah adalah urat nadi warga di sana.
Tanpa itu, kehidupan mereka benar-benar terancam.
Artikel Terkait
Hilang di Balik Kabut Slamet: Pencarian Syafiq Masih Berlanjut
Sungai Aek Doras Meluap, Permukiman di Sibolga Utara Terendam 15 Cm
Bayi Patah Tulang Lahir di Pengungsian, Evakuasi Darurat Digelar Hingga Malam
Tabrakan Maut di Jalur Deandles, Dua Nyawa Melayang di Malam Tahun Baru