Tapi, bagaimanapun, fitnah tak boleh dibiarkan. "Bisa jadi kebenaran baru yang sulit diklarifikasi nantinya," ujarnya. Inilah ikhtiar mereka untuk menghentikan asumsi yang tidak produktif bagi demokrasi.
Umam juga berharap Kementerian Komunikasi dan Informatika punya sistem yang bisa mendeteksi aktor di balik akun-akun tersebut. Somasi ini, ia sebut, adalah proses awal sekaligus ultimatum. "Ini memberi ruang bagi mereka yang bersangkutan untuk mengakhiri tindakannya, klarifikasi, dan meminta maaf jika punya itikad baik," jelasnya.
Jika proses damai tak berjalan? Demokrat siap membawanya ke ranah hukum. Mereka tak memberi batas waktu khusus, berharap semuanya berjalan natural. "Sikap dan ketegasan Pak SBY dan keluarga besar Partai Demokrat kami sampaikan ke publik. Kami sama sekali tidak terlibat. Jangan bawa-bawa isu tidak produktif ke dalam demokrasi kita," tukas Umam menutup pembicaraan.
Siapa sebenarnya Ahmad Khoirul Umam?
Di balik pernyataan tegasnya, Umam adalah seorang akademisi. Ia tercatat sebagai dosen di Universitas Paramadina. Latar belakang pendidikannya kuat: Sarjana Hukum Islam dan Politik dari UIN Walisongo (2005), lalu meraih gelar master di bidang Asian Governance dari Flinders University, Australia. Gelar doktor Ilmu Politik ia dapatkan dari University of Queensland, Australia, dengan disertasi yang mengkaji kapasitas KPK.
Karirnya cukup mentereng. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dan menjadi editor “Jurnal Integritas” terbitan KPK. Bidang penelitiannya fokus pada anti-korupsi dan reformasi kebijakan di sektor-sektor strategis Indonesia.
Bergabung dengan Demokrat
Umam resmi bergabung sebagai kader Partai Demokrat dan langsung menduduki jabatan struktural di DPP pada 2025. Pengumuman posisinya sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis dilakukan langsung oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Minggu, 23 Maret 2025.
"Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis, Doktor Ahmad Khoirul Umam," ucap AHY kala itu, disambut tepuk tangan kader.
AHY lalu berseloroh melihat respons tersebut. "Agak familiar ya mukanya," katanya saat menyambut Umam naik ke panggung. Memang, wajah Umam tak asing di publik karena kerap memberikan analisis politik di berbagai media.
Struktur kepengurusan DPP Demokrat 2025–2030 ini sendiri adalah hasil Kongres ke-VI partai yang digelar akhir Februari 2025. Dalam kongres itu, AHY kembali terpilih sebagai Ketua Umum, sementara SBY ditetapkan kembali sebagai Ketua Majelis Tinggi.
Artikel Terkait
Tragedi di Warakas: Tiga Nyawa Melayang Diduga Akibat Keracunan Misterius
KUHP Baru dan Ancaman Sunyi bagi Kritik di Ruang Digital
Zina dan Kumpul Kebo Kini Bisa Dipidana, Ini Aturan Mainnya
Catatan Duka Jurnalisme Palestina: 56 Jurnalis Gugur dalam Setahun