NgopiPagi: Menjaga Semangat di Tengah Perjalanan Waktu
Hidup ini kan perjalanan panjang. Jalannya nggak selalu lurus, apalagi mulus. Pasti ada momen di mana kita merasa lelah, ragu, bahkan pengen nyerah. Nah, di titik-titik itulah semangat kita diuji. Mau berhenti atau malah maju lebih jauh? Semangat itu bukan cuma perasaan yang datang sesaat. Lebih dari itu, ia adalah sikap hidup yang harus terus kita rawat, meski keadaan lagi nggak mendukung sama sekali.
Nelson Mandela punya kalimat yang selalu relevan, “It always seems impossible until it’s done.”
Kutipan itu mengingatkan kita. Banyak hal besar terlihat mustahil, tapi cuma sampai kita benar-benar melakukannya. Rasa takut dan keraguan sering muncul bukan karena kita nggak mampu, lho. Tapi lebih karena kita belum mencoba dengan sepenuh hati. Begitu kita nekat melangkah, batas-batas yang selama ini mengurung perlahan-lahan bakal runtuh.
Di sisi lain, semangat juga butuh tujuan. Tanpa tujuan yang jelas, langkah kita jadi ragu dan mudah goyah. Psikiater dan penyintas kamp konsentrasi, Viktor E. Frankl, pernah menulis sesuatu yang dalam banget.
“Those who have a ‘why’ to live, can bear with almost any ‘how’.”
Intinya, ketika seseorang tahu alasan kuat di balik perjuangannya, dia akan sanggup menghadapi proses seberat apa pun. Tujuan itulah yang memberi makna pada setiap rasa lelah dan luka yang kita tanggung.
Tapi ya namanya perjalanan, nggak mungkin lepas dari yang namanya gagal. Sayangnya, kegagalan sering banget dianggap sebagai akhir segalanya. Padahal, sejatinya ia adalah guru terbaik yang kita punya. Thomas Alva Edison, si jenius penemu lampu, punya pandangan unik soal ini.
“I have not failed. I’ve just found 10,000 ways that won’t work.”
Sikap seperti inilah yang membedakan orang yang berhenti dengan yang akhirnya berhasil. Gagal itu bukan tanda kita nggak mampu. Itu cuma bukti bahwa kita sedang dalam proses belajar.
Nah, dalam proses belajar itu, disiplin dan konsistensi memegang peran yang nggak main-main. Semangat tanpa tindakan nyata ya cuma jadi angan-angan doang. Bruce Lee pernah ngasih peringatan yang cukup menyentil.
“If you spend too much time thinking about a thing, you’ll never get it done.”
Terlalu banyak mikir dan menunda-nunda malah bikin kita terjebak dalam ketakutan sendiri. Percayalah, langkah kecil yang dilakukan setiap hari jauh lebih berharga ketimbang rencana besar yang cuma numpuk di kepala.
Hal lain yang penting: setiap orang punya waktunya sendiri. Jalannya juga berbeda-beda. Membandingkan diri kita dengan pencapaian orang lain itu seringnya cuma bikin semangat melempem. Theodore Roosevelt bilang dengan cukup gamblang.
Artikel Terkait
Sunyi yang Berbicara: Ketika Ulama Minang Menjinakkan Euforia Tahun Baru
Puncak Macet Parah, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah
600 Hunian Darurat Tuntas di Aceh Tamiang, BRI dan BUMN Pacu Pembangunan
Pemilik Warung Steak Kalibata Dipanggil Polda, Kerugian Hampir Rp 100 Juta