Rajab, Bulan Latihan Jiwa Menuju Ramadan

- Jumat, 02 Januari 2026 | 08:25 WIB
Rajab, Bulan Latihan Jiwa Menuju Ramadan

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ، أَحْمَدُهُ ـ سُبْحَانَهُ ـ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، أَحْكَمُ الحَاكِمِينَ وَأَسْرَعُ الحَاسِبِينَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، خَاتَمُ النَّبِيِّينَ وَإِمَامُ المُرْسَلِينَ وَقَائِدُ الغُرِّ المُحَجَّلِينَ.اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الغُرِّ المَيَامِينِ، وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الحَاضِرُونَ، أُوصِينِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ. اتَّقُوا اللَّهَ فِي السِّرِّ وَالعَلَنِ، فَإِنَّهُ حَبْلُ اللَّهِ المَتِينُ.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي القُرْآنِ العَظِيمِ:﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾

Jamaah salat Jumat raḥimakumullāh

Rasa syukur, tentu saja, wajib kita panjatkan. Nikmat Allah itu tak terbilang, apalagi nikmat iman dan Islam yang jadi pegangan hidup. Tak lupa, salawat serta salam kita haturkan untuk Rasulullah Muhammad Saw, beserta keluarga dan para sahabatnya. Mereka adalah teladan sepanjang masa.

Nah, dalam setiap khutbah, wasiat takwa itu wajib disampaikan. Makanya, mari kita tingkatkan ketakwaan. Benar-benar takwa, lho. Menjalankan perintah, menjauhi larangan. Inilah bekal terbaik. Untuk dunia, apalagi akhirat.

Jamaah salat Jumat raḥimakumullāh

Sekarang kita lagi di bulan Rajab. Bulan yang istimewa, termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan Allah. Seperti yang difirmankan dalam Surah At-Taubah.

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ…الاية.

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah itu dua belas… di antaranya empat bulan haram.” Begitulah kira-kira terjemahannya.

Jadi, Rajab punya kedudukan khusus. Istimewa. Tapi bukan berarti ada ibadah wajib khusus di bulan ini, ya. Keistimewaannya lebih pada momentum. Saatnya kita memperbanyak amal saleh dan mengurangi maksiat. Titik.

Nah, sikap kita harus proporsional. Memuliakannya, tapi nggak berlebihan. Mengisinya dengan kebaikan, tanpa percaya pada ibadah-ibadah khusus yang nggak ada dasarnya. Memang, banyak hadis soal keutamaan Rajab yang statusnya lemah. Tapi bukan berarti bulan ini nggak ada artinya. Ia tetap agung sebagai bagian dari sistem pendidikan spiritual dalam Islam.

Jamaah salat Jumat raḥimakumullāh

Kalau dipikir-pikir, Rajab itu ibarat bulan persiapan. Pembiasaan. Menuju Ramadan yang tinggal dua bulan lagi. Soalnya, banyak orang kaget dan berat saat puasa Ramadan karena nggak biasa. Padahal, Islam suka dengan yang namanya pembiasaan. Ibadah sedikit tapi konsisten, itu jauh lebih dicintai Allah ketimbang amalan besar yang cuma sesekali.

Makanya, di Rajab ini kita latih diri. Salat tepat waktu, perbanyak istighfar, jaga lisan. Bisa juga mulai puasa sunah Senin-Kamis atau Ayyām al-Bīḍ buat persiapan fisik dan mental.

Ada juga tafsiran simbolik yang menarik. Huruf rā’ dalam Rajab dimaknai sebagai riyāḍah al-nafs, latihan jiwa. Jiwa manusia itu ibarat cermin. Kalau kotor, ya nggak bisa memantulkan cahaya kebenaran. Latihlah jiwa dengan membiasakan kebaikan, meski awalnya berat. Lama-lama jadi kebiasaan, bahkan jadi kebutuhan.

Intinya, Rajab adalah waktu yang pas untuk memulai perubahan. Tinggalkan kebiasaan buruk, ganti dengan yang baik. Biar nanti Ramadan, kita udah siap.

Jamaah salat Jumat raḥimakumullāh

Bulan ini juga sering dimaknai sebagai jiwārullāh, upaya mendekat pada Allah. Sekaligus jibāratullāh, saat pengampunan dan pertolongan-Nya terbuka lebar. Allah punya nama al-Jabbār. Maha Kuasa, tapi juga Maha Memperbaiki. Dosa itu melukai hati. Taubat adalah obatnya.

Selama nyawa masih di kandung badan, pintu taubat nggak pernah tertutup. Rajab momentum untuk kembali. Perbaiki salat, bersihkan harta, baik-baikin hubungan dengan orang lain. Ganti yang buruk dengan yang baik.

Lalu huruf bā’-nya, dimaknai barakatullāh. Keberkahan Allah. Berkah itu bukan cuma soal harta atau umur panjang. Tapi lebih pada nilai. Waktu terasa lapang, hati tenang, hidup terarah. Itulah keberkahan sejati yang muncul ketika kita memperbaiki ibadah.

Jamaah salat Jumat raḥimakumullāh

Jadi, mari jadikan Rajab ini titik awal transformasi. Latih diri, dekatkan hati, minta ampunan, dan jemput keberkahan-Nya. Jangan tunggu Ramadan untuk berubah. Mulai sekarang. Agar nanti Ramadan kita benar-benar siap, dengan iman yang lebih berkualitas.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ, اوصيني واياكم بتقوى الله. اتقوا الله؛ فإن المرء لا يزالُ بخيرٍ ما اتقى الله وخالفَ نفسَه وهواه، ولم تُشغِله دنياه عن أُخراه.
اعلموا, انَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وخيرَ الهديِ هديُ محمَّدٍ ﷺ، وشرَّ الأمورِ مُحدَثاتها، وَكُلَّ مُحدثَةٍ بِدعةٌ وَكُلَّ بدعةٍ ضلالةٌ، وَكُلَّ ضلالةٍ في النّارِ. وصلُّوا وسلِّموا على خير الورى سيدنا محمد ﷺ, فقد أَمَرَكُمْ الله بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. ‌رَبَّنَآ ‌ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَة وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَة وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Zuhaili Zulfa, S.Pd., Guru Pendidikan Agama Islam, lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar