Jaksa Penuntut Beatrice Pilloud enggan terburu-buru menyimpulkan.
"Apa yang dimaksud sebagai tangga yang sempit?" tanyanya, menekankan bahwa penyelidikan masih sangat awal.
"Terlalu dini untuk mengomentari apakah akses darurat ini memenuhi standar atau tidak," kata Pilloud.
Pihak berwenang juga akan memeriksa kelengkapan prosedur keselamatan yang seharusnya dipenuhi pemilik bar sebelum menggelar pesta besar seperti itu.
Profil Korban: Didominasi Turis Muda
Siapa saja yang menjadi korban? Pertanyaan ini masih sulit dijawab sepenuhnya. Bar ini dimiliki oleh pasangan asal Corsica yang selamat, namun mereka belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan.
Otoritas setempat pun belum merilis daftar identitas korban tewas. Namun, mengingat lokasinya yang merupakan destinasi wisata elit, diduga kuat banyak korban berasal dari luar Swiss.
"Karena merupakan destinasi wisata internasional, kami beranggapan bahwa ada warga negara asing yang jadi korban," kata Gissler.
Pernyataan itu segera terbukti. Menlu Italia, Antonio Tajani, mengonfirmasi 15 warganya terluka dan belasan lainnya hilang. Kemlu Prancis juga menyebut ada 9 warganya terluka, dengan 8 orang masih dicari.
Mayoritas mereka adalah turis muda yang sedang merayakan tahun baru di resor ski.
"Ya bisa anda bayangkan, pada malam tahun baru, di resor ski, pasti kebanyakan wisatawan adalah anak muda," ujar Stephane Ganzer, kepala departemen keamanan Valais, menggambarkan suasana yang seharusnya riang itu.
Kini, suasana riang itu telah berganti dengan duka dan pertanyaan yang menyakitkan.
Artikel Terkait
Puncak Macet Parah, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah
600 Hunian Darurat Tuntas di Aceh Tamiang, BRI dan BUMN Pacu Pembangunan
Pemilik Warung Steak Kalibata Dipanggil Polda, Kerugian Hampir Rp 100 Juta
Demokrat Tegaskan Roy Suryo Bukan Kader, Sebut Isu Ijazah Jokowi sebagai Pola Fitnah