Aktor Yama Carlos mengaku menjadi sasaran teror. Ini terjadi setelah ia mengunggah sebuah video parodi soal penanganan banjir di Sumatera. Tak butuh waktu lama, ancaman itu datang menyusul penyebaran video tersebut di media sosial.
Menurut pengakuannya, pria 45 tahun itu mendapat pesan ancaman dari nomor tak dikenal. Di sisi lain, ia juga menerima kiriman paket dengan sistem COD atau bayar di tempat. Sungguh situasi yang mencemaskan.
Semua ini ia sampaikan lewat akun Instagram pribadinya, @yamacarlos7. Yama menjelaskan, video yang memicu masalah itu kini sudah ia hapus.
“Intinya seperti ini,” ujarnya. “Beberapa hari yang lalu saya baru saja posting video dan sekarang sudah saya takedown. Mungkin kalian yang ngeh tau apa video itu. Karena saya posting video itu, saya kena teror.”
Ia menegaskan, teror itu muncul begitu videonya beredar. Padahal, dalam konten tersebut dirinya sama sekali tidak menyebut nama atau pihak tertentu.
“Dan bukan hanya saya yang kena teror,” lanjut Yama. “Tapi teman saya juga kena teror. Tidak berhenti di situ, ibunya teman saya kena teror dan hp-nya di-hack.”
Lebih parah lagi, pelaku teror memaksa temannya untuk menghapus sejumlah konten. Permintaannya jelas: hapus 12 konten kalau mau nomor ibunya kembali.
Setelah permintaan itu dipenuhi, nomor ponsel sang ibu memang kembali normal. “Video sudah saya takedown dan langsung nomor ibunya dikembalikan saat itu juga,” kata Yama.
Tapi terornya tak berhenti. “Saya mendapatkan kiriman barang COD dengan akun fiktif mengatasnamakan istri saya, nomor telepon saya, dan alamat yang tidak saya tinggali,” jelasnya.
Sebagai bukti, Yama memperlihatkan percakapannya dengan para kurir yang mengantarkan paket-paket itu. Dalam chat-nya, para kurir mengira dialah yang memesan barang COD tersebut.
Ia menegaskan, aksi teror lewat kiriman COD ini sangat merugikan. Bukan cuma untuk dirinya, tapi banyak pihak lain yang ikut kena imbas.
“Jadi kalo misalnya teror melalui barang COD ini nggak berhenti-berhenti juga, saya mohon izin ya,” tegasnya dengan nada kesal. “Kepada diduga pelaku yang meneror saya dan istri saya untuk menindaklanjuti langsung ke ranah hukum. Karena ini sudah merugikan orang lain.”
Dalam pernyataannya, Yama juga menyelipkan sindiran tajam untuk pihak-pihak yang diduga berada di balik semua ini.
“Kalau kalian memang tidak punya backingan atau tidak punya bohir di belakang, posisi kalian tidak kuat,” sindirnya. “Posting aja yang lucu-lucu deh, nggak perlu nyenggol siapapun. Atau kalau mau aman, bisa berada dalam lingkaran, pertebal lagi ilmu, manjangin lidah, jilat terus. Kalian pasti akan aman.”
Ia menutup dengan kalimat pedas tentang keadaan saat ini. “Selamat datang di suatu negara yang katanya negara demokrasi,” tutup Yama.
Unggahan itu langsung ramai. Banyak warganet berduyun-duyun memberi komentar, menyatakan simpati dan keprihatinan mereka.
“Ngeri banget ya bang, mau bersuara langsung di bungkam,” tulis salah satu pengguna.
Yang lain menambahkan, “Ini banyak influencer yang udah diteror. Ayo kita lawan yuk, kalau gak bakal tambah parah ni.”
Memang, teror serupa rupanya tidak hanya menimpa Yama Carlos. Hingga saat ini, sejumlah tokoh publik lain juga melaporkan hal yang sama. Di antaranya ada aktivis Greenpeace Iqbal Damank, Virdian Aurellio, influencer Sherly Annavita, dan disjoki DJ Donny. Kasus-kasus ini seperti pola yang mengkhawatirkan.
Artikel Terkait
Sule Bawa Kejutan dan Gelak Tawa di Konser Comeback Mahalini
Mahalini Kembali ke Panggung, Konser KOMA Hangatkan Istora Senayan
Agrikulture Rilis Single Baru Terang Di Gelap Cahaya, Usung Refleksi Urban Lewat Dance-Punk
Rizky Febian Gandeng Musisi Tunanetra Willy Albani Rilis Single Mencinta Tanpa Arah