Prabowo dan BRICS: Bebas Aktif atau Pergeseran Haluan?

- Jumat, 02 Januari 2026 | 02:06 WIB
Prabowo dan BRICS: Bebas Aktif atau Pergeseran Haluan?

Dinamika politik dalam negeri juga mendorong langkah ini. Elite Indonesia saat ini cenderung pragmatis lebih fokus pada hasil ekonomi ketimbang ideologi. Hal itu memengaruhi cara Indonesia membuka diri, memperluas diplomasi, dan memperkuat posisi tawarnya.

Nah, menariknya, prinsip bebas aktif justru mempermudah langkah ini. Dengan prinsip itu, Indonesia bisa berinteraksi dengan banyak pihak tanpa dianggap sepenuhnya berpihak. Bergabung dengan BRICS ditempatkan sebagai instrumen, bukan tujuan akhir sebuah cara untuk mencapai kepentingan nasional tanpa mengikat diri pada satu blok.

Menimbang Kepentingan Nasional

Pada akhirnya, semua kebijakan luar negeri bermuara pada satu hal: kepentingan nasional. Untuk memahami ini, kita bisa pakai kerangka Donald E. Nuechterlein yang membagi kepentingan nasional menjadi empat aspek keamanan, ekonomi, tatanan dunia, dan ideologi dengan tingkat urgensi yang berbeda-beda.

Dalam keputusan bergabung dengan BRICS, dua aspek yang paling menonjol adalah tatanan dunia dan ekonomi. Keduanya masuk kategori vital: jika tidak dipenuhi, negara bisa mengalami kerugian besar.

Dari sisi tatanan dunia, Indonesia ingin memperkuat posisinya di tengah kancah global yang multipolar. Tujuannya jelas: mencegah dominasi satu kekuatan yang berpotensi memunculkan bentuk baru kolonialisme. Sementara dari sisi ekonomi, kebutuhan akan akses pasar dan pendanaan pembangunan adalah hal yang nyaris mendesak.

Adapun aspek keamanan, dalam kasus ini, berada di tingkat major penting, tapi masih bisa dinegosiasikan.

Jadi, kalau dirangkum, keputusan Prabowo untuk membawa Indonesia masuk BRICS bukanlah langkah gegabah. Ini hasil kalkulasi yang matang, mempertimbangkan gejolak global sekaligus kebutuhan dalam negeri. Dan prinsip bebas aktif? Ia tidak ditinggalkan, hanya mungkin diaplikasikan dengan cara yang lebih luwes sesuai zamannya. Indonesia tidak memihak ia hanya memperluas pilihan, mencari celah, dan berusaha tetap berdiri di tengah pusaran dunia yang terus berubah.


Halaman:

Komentar