Di sisi lain, kesaksian warga sekitar seolah mengonfirmasi pengakuan sang sopir. Beberapa saksi mata melihat posisi Elf itu sudah tidak stabil sejak dari ketinggian. Kendaraan itu meluncur deras, tanpa ada tanda-tanda mau mengurangi kecepatan, sebelum akhirnya menghantam tepi jalan dan terbalik dengan hentakan keras.
Akibatnya, seluruh penumpang di dalamnya mengalami luka-luka. Kondisi mereka cukup serius, terutama yang terjepit bodi kendaraan. Tak sedikit di antara korban adalah ibu-ibu dan anak-anak.
Petugas Satlantas Polres Mojokerto kini sedang menyelidiki kasus ini. Mereka mendalami pengakuan Arifin dan memeriksa kondisi teknis minibus Elf tersebut. Dugaan sementara, kendaraan mengalami brake fade atau rem blong. Penyebabnya kemungkinan penggunaan rem terus-menerus di jalur ekstrem seperti turunan Sendi itu.
Seluruh korban luka telah dievakuasi menggunakan ambulans relawan. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Glaga di Pacet untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara Arifin sendiri masih diamankan petugas. Pemeriksaan terhadapnya masih berlangsung, untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam perawatan sistem pengereman kendaraannya.
Artikel Terkait
Tahun Baru 2026: Keramaian, Kebersihan, dan Cerita Sederhana di Balik Kemeriahan
Nikel dan BRICS: Diplomasi Hilirisasi Indonesia di Tengah Perang Dagang Global
Prabowo Tinjau Aceh Tamiang: Uang Lelah Dikoreksi Jadi Uang Semangat
Anak Sulung: Dewasa Sebelum Waktunya, Lelah yang Tak Terucapkan