Di sisi lain, kesaksian warga sekitar seolah mengonfirmasi pengakuan sang sopir. Beberapa saksi mata melihat posisi Elf itu sudah tidak stabil sejak dari ketinggian. Kendaraan itu meluncur deras, tanpa ada tanda-tanda mau mengurangi kecepatan, sebelum akhirnya menghantam tepi jalan dan terbalik dengan hentakan keras.
Akibatnya, seluruh penumpang di dalamnya mengalami luka-luka. Kondisi mereka cukup serius, terutama yang terjepit bodi kendaraan. Tak sedikit di antara korban adalah ibu-ibu dan anak-anak.
Petugas Satlantas Polres Mojokerto kini sedang menyelidiki kasus ini. Mereka mendalami pengakuan Arifin dan memeriksa kondisi teknis minibus Elf tersebut. Dugaan sementara, kendaraan mengalami brake fade atau rem blong. Penyebabnya kemungkinan penggunaan rem terus-menerus di jalur ekstrem seperti turunan Sendi itu.
Seluruh korban luka telah dievakuasi menggunakan ambulans relawan. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Glaga di Pacet untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara Arifin sendiri masih diamankan petugas. Pemeriksaan terhadapnya masih berlangsung, untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam perawatan sistem pengereman kendaraannya.
Artikel Terkait
Pemkot Makassar Tegaskan Tak Akan PHK PPPK Meski Anggaran Tertekan
Sekjen PBB Desak AS dan Israel Hentikan Operasi Militer Terhadap Iran
Pakar Hukum Unhas Paparkan Jerat Hukum dan Manipulasi Psikologis dalam Kasus Grooming Siswi SMP Maros
Harga Emas Pegadaian Turun Lagi, Galeri24 dan UBS Anjlok Puluhan Ribu Rupiah