Respon dari Moskow pun cepat datang. Komite Investigasi Rusia langsung membuka penyelidikan kriminal atas insiden tersebut. Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, tak ragu menyematkan label keras. Dia menuduh Ukraina melakukan aksi bak teroris yang menyasar warga sipil.
Namun begitu, dari sisi Ukraina, belum ada pernyataan resmi atau komentar apa pun yang dikeluarkan otoritas setempat. Keheningan mereka kontras dengan gemuruh kecaman dari Moskow.
Lokasi serangan sendiri punya catatan sejarah konflik yang panjang. Khorly, sebuah desa di semenanjung tepi Laut Hitam, sudah berada di bawah kendali Rusia sejak tahap awal invasi mereka pada Februari 2022. Tapi situasi berubah di musim gugur tahun yang sama. Pasukan Ukraina melakukan serangan balasan yang sukses merebut kembali sebagian besar wilayah Kherson, termasuk ibu kotanya.
Sejak saat itu, Sungai Dnieper menjadi garis depan alamiah yang memisahkan kedua pihak. Dan garis itu kerap jadi saksi bisu pertukaran serangan drone, sebuah pola perang yang kini sudah jadi rutinitas berdarah di wilayah itu.
Artikel Terkait
Frankfurt Gagal Pertahankan Keunggulan, Köln Bangkit untuk Raih Poin 2-2
Petrokimia Gresik Sapu Bersih Jakarta Electric PLN 3-0 di Final Four Proliga
Keputusan Tahanan Rumah Yaqut Picu Gelombang Permohonan Serupa di KPK
Tokoh Madura Islah Bahrawi: Teror Aktivis Tamparan Keras bagi Demokrasi