Lalu, bagaimana awal mula tragedi ini? Menurut Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, semuanya terjadi Minggu (14/12) sore sekitar pukul lima. Saat itu, Ilham sedang menggendong anaknya di kamar warung sembako. Sang istri diminta membuatkan susu.
Namun begitu, sang bayi tak berhenti menangis. Tangisan itu rupanya memantik amarah Ilham.
"Tersangka kesal dan emosi," jelas Bambang. Aksi brutal pun terjadi. Dalam emosinya, Ilham melemparkan bayi yang digendongnya ke arah lantai. Kepala korban terbentur keras.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, nyawanya tak tertolong. Dalam perjalanan, bayi malang itu menghembuskan napas terakhirnya.
Kini, Ilham Sumarna harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sebuah kisah pilu yang meninggalkan luka mendalam, jauh lebih dalam dari sekadar memar di tubuh sang korban.
Artikel Terkait
Unhas dan KLHK Jalin Kerja Sama Hadapi Perubahan Iklim
Amnesty International: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Berpola dan Terencana
PSIM Yogyakarta Hadapi PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Susunan Pemain Kedua Tim Diumumkan
Legenda PSM Syamsuddin Umar Khawatirkan Ancaman Degradasi Klub