Di Aceh Tamiang, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, punya penekanan khusus. Pasca bencana, yang paling genting adalah memulihkan tempat tinggal. Baik itu hunian sementara, apalagi hunian tetap untuk warga Sumatera yang terdampak. Itu kuncinya.
Namun begitu, fokusnya tak cuma pada rumah yang hancur total. AHY bilang, perbaikan rumah dengan kerusakan ringan dan sedang juga harus jalan beriringan. Logikanya sederhana: semakin cepat rumah-rumah itu bisa ditinggali, semakin cepat pula pengungsian bisa dikosongkan.
“Secara intuisi, kita pasti prioritaskan yang rusak berat dulu,” ujar AHY.
“Tapi sebetulnya, kalau perbaikan rumah rusak ringan bisa dipercepat, justru akan mengurangi jumlah kamp pengungsian dengan signifikan. Mereka bisa lebih cepat pulang.”
Pernyataan itu disampaikannya dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Kamis lalu.
Menurut AHY, fase rekonstruksi pascadarurat kini jadi agenda utama. Di sini, kolaborasi antar kementerian memegang peran vital. Tanpa sinergi yang solid, upaya membangun kembali akan tersendat.
“Ambil contoh Kementerian ATR/BPN,” jelasnya.
Artikel Terkait
Prakiraan Cuaca Sulsel Jumat: Cerah Berpotensi Hujan Sedang di Sejumlah Kabupaten
Pria di Palopo Meninggal Gantung Diri Usai Tunjukkan Perilaku Mengkhawatirkan
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria Barru, Diduga Korban Tenggelam Saat Cari Kerang
Kisah Prajurit Ngatijan dan Ilmu Kebal yang Selamatkan Rekan dari Tembakan Belanda di Papua