Namun begitu, di sisi lain, ada beban lain yang tak kalah berat. Prabowo menegaskan fokus utamanya saat ini adalah meringankan beban yang dirasakan masyarakat. “Fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi, meringankan penderitaan rakyat kita,” tuturnya. Menurutnya, itulah kewajiban mendasar seorang pemimpin.
Persoalannya, tanggung jawab itu amat luas. Di hadapannya ada ratusan juta orang dengan beragam masalah. Tapi, tragedi di Sumatera ini tak boleh diabaikan begitu saja.
“Saya berpikir bagaimana saya atasi ini, membantu saudara di lapangan,” ujar Prabowo, mengakui kompleksitas situasi. Lalu dia menambahkan, “Tetapi sementara nasib 280 juta rakyat Indonesia tetap harus kita urus secara nasional.”
Pernyataan itu seperti menggambarkan dilema yang nyata: memperhatikan korban bencana tanpa melupakan tanggung jawab terhadap seluruh negeri.
Artikel Terkait
KPK Geledah Rumah Kadis PUTR Pati, Cari Bukti Kasus Bupati Nonaktif
Kapolresta Sleman Didemosi Usai Sidang Disiplin Internal
Sarifah Suraidah, Istri Gubernur Kaltim, Catat Kekayaan Rp166,5 Miliar di LHKPN
Bagnaia Gagal Lolos Q2, Bezzecchi Kuasai Pole MotoGP Thailand 2026