Fokus utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di tahun 2026 nanti sudah jelas: pengalaman nasabah. Bukan sekadar urusan administrasi atau pencairan dana, tapi bagaimana pelanggan mereka benar-benar merasakan kehadiran perusahaan. Ini jadi fondasi strategis mereka ke depan.
Kalau dilihat dari perjalanan selama ini, komitmen itu sebenarnya bukan hal baru. PNM memang sudah lama berusaha membangun hubungan yang lebih dalam, yang penuh empati, dengan jutaan nasabahnya di seluruh Indonesia. Mereka tak cuma menyalurkan pembiayaan.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, bilang, inti kekuatan perusahaan ini ada pada sentuhan manusianya. Empati dan keberpihakan pada masyarakat prasejahtera itu bukan jargon kosong.
"Customer experience bagi PNM adalah bagaimana nasabah benar-benar merasakan kehadiran kami, merasa didengar, didampingi, dan diberdayakan. Ini sejalan dengan nilai kerja Insan PNM yang bekerja dengan hati dan empati," ujarnya.
Nah, nilai-nilai itulah yang kemudian jadi landasan. Layanan mereka dirancang untuk mencakup segala hal, mulai dari kemudahan akses, kualitas interaksi sehari-hari, sampai dampak akhirnya bagi kehidupan nasabah. Menurut Dodot, membangun pengalaman pelanggan itu adalah proses jangka panjang. Butuh kehadiran yang konsisten dan pendampingan yang benar-benar relevan dengan kebutuhan.
Pendekatan ini rupanya selaras banget dengan semangat pemberdayaan yang selama ini digaungkan. PNM sudah menjangkau puluhan juta perempuan prasejahtera. Tujuannya jelas: di samping membuka akses modal, mereka ingin menumbuhkan kepercayaan diri dan jiwa kewirausahaan.
Artikel Terkait
Emas Tembus USD 4.400, Perak dan Platinum Melaju Lebih Ganas di Awal 2026
Saham Bakrie Meledak di Awal 2026, DEWA Tembus Rekor Tertinggi
Harga Emas Antam Anjlok Rp 16.000, Pajak Pembelian Diringankan
Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Pasar Menanti Data dan Arah Baru The Fed