Akademikus Rismon Sianipar Buka Suara: Wapres Gibran Tak Lulus SMA dalam Buku Baru

- Kamis, 01 Januari 2026 | 16:20 WIB
Akademikus Rismon Sianipar Buka Suara: Wapres Gibran Tak Lulus SMA dalam Buku Baru

TEGAS, LUGAS, JELAS!

Di hari pertama tahun 2026, sebuah pernyataan keras meluncur di jagat maya. Melalui akun X miliknya, Rismon Hasiholan Sianipar menulis dengan nada penuh keyakinan: "Resolusi saya 2026, MAKZULKAN WAPRES GIBRAN YANG TAK LULUS SMA, HANCURKAN DINASTI RAKUS KEKUASAAN JOKOWI!"

Kalimat itu tentu saja langsung menyita perhatian. Bukan tanpa alasan. Rismon bukanlah sosok sembarangan. Dia dikenal sebagai akademikus dan peneliti yang fokusnya cukup teknis: keamanan multimedia, kriptografi, sampai forensik digital. Namanya tak asing di lingkaran itu.

Nah, menurut sejumlah informasi, pernyataan panas ini punya latar belakang yang cukup panjang. Rismon disebut-sebut baru saja merampungkan penelitian spesifik tentang ijazah pendidikan menengah Gibran Rakabuming Raka. Hasil penelitiannya itu bahkan sudah dibukukan. Judulnya provokatif: GIBRAN END GAME: WAPRES TAK LULUS SMA.

Di sisi lain, nada kritiknya terasa personal. Ada sindiran pedas yang terlontar. "Gak Bapaknya gak anaknya ijazahnya gak jelas…," tulisnya di unggahan yang sama. Seolah ingin memperkuat argumen, ia menyelipkan pepatah lama: "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya."

Bagi yang penasaran dan ingin menyelami lebih dalam klaim-klaim Rismon, ia mengarahkan pembaca pada bukunya. "Bisa dicek di bawah," katanya singkat.

"Resolusi saya 2026, MAKZULKAN WAPRES GIBRAN YANG TAK LULUS SMA, HANCURKAN DINASTI RAKUS KEKUASAAN JOKOWI!"

Rismon Hasiholan Sianipar, 1 Januari 2026.

Polemik ini, mau tak mau, kembali menyulut perdebatan lama yang tak kunjung padam. Namun begitu, satu hal yang pasti: di tahun politik 2026, suara-suara kritis seperti ini mungkin akan semakin sering kita dengar.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar