Mendengar respons itu, Suharyanto segera menyadari 'kesalahan' diksinya. Dia pun langsung mengoreksi diri.
"Uang saku, Bapak. Siap," sahut Suharyanto, menyesuaikan penyebutannya.
Namun begitu, Prabowo rupanya punya istilah lain yang lebih pas menurutnya. Alih-alih 'uang saku', dia mengusulkan sebutan yang berbeda sama sekali.
"Uang semangat. TNI tidak mengenal lelah. Berbakti kepada negara dan bangsa," tutur Presiden, menutup pembahasan soal itu.
Pergantian istilah kecil itu, dari 'lelah' menjadi 'semangat', menyisakan kesan mendalam. Di satu sisi, terlihat sikap tegas Prabowo yang ingin menjaga etos prajurit. Di sisi lain, nuansa rapat yang formal tiba-tiba diwarnai percakapan yang lebih manusiawi, penuh sentilan halus. Semua terjadi hanya dalam hitungan menit, tapi cukup menggambarkan dinamika di dalam ruangan.
Artikel Terkait
Bupati Aceh Tamiang Minta 42 Ribu Rumah Huntap ke Prabowo Pascabanjir
Belatung di Piring Sekolah: Saat Negara Alergi Kritik, Rakyat Hanya Bisa Bersyukur
AHY Soroti Strategi Baru: Perbaikan Rumah Ringan Bisa Percepat Pengosongan Pengungsian
Somasi SBY ke Budhius M Piliang: Gosip Ijazah Jokowi yang Tak Kunjung Padam