"Pasukan Israel berusaha mematikan kebenaran," begitu bunyi pernyataan mereka. Caranya? Lewat pembunuhan, intimidasi, dan penahanan. Semua itu, menurut mereka, adalah pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan.
Meski dihimpit bahaya, semangat para jurnalis Palestina tak padam. Mereka disebutkan tetap teguh, berjuang untuk kesadaran dan martabat bangsanya. Mereka adalah pembawa fakta yang terus mengungkap kejahatan perang kepada dunia, di saat upaya untuk memutarbalikkan kenyataan kian menjadi.
Pelepasan data ini sengaja dilakukan bertepatan dengan momen yang sarat makna: menjelang Hari Penghargaan Jurnalis Palestina. Tanggal 31 Desember nanti, hari itu akan diperingati untuk menghormati para pembela kebenaran yang bekerja dengan integritas tinggi di tengah kondisi terberat sekalipun. Mereka berdiri di garis depan, bukan dengan senjata, tapi dengan pena dan kamera.
Peringatan tahun ini, kata Kantor Media, terasa sangat berbeda. Situasinya luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya. Genosida yang sudah berjalan dua tahun disertai dengan penyerangan terstruktur terhadap jurnalis dan media. Seolah ada upaya putus asa untuk menghapus kebenaran dari panggung global.
Semua ini terjadi. Dan angka-angka tadi adalah saksi bisunya.
Artikel Terkait
Harga Emas di Pegadaian Masih Stabil, Galeri24 dan UBS Bertahan di Rp 2,87 Juta per Gram
Pemkab Bone Gandeng Askrindo Perkuat Perlindungan dan Pembiayaan UMKM
BMKG Catat 544 Gempa Susulan Pasca Gempa M7,6 di Bitung, Tren Mulai Mereda
Al-Nassr Hajar Al Najma 5-2, Ronaldo dan Mane Cetak Gol