Di penghujung tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto memilih merayakannya di tengah-tengah pengungsi. Lokasinya di Desa Batu Hula, Batang Toru, wilayah Tapanuli Selatan yang sebulan lalu dilanda banjir dan tanah longsor. Di sana, ia menyampaikan perkembangan terbaru soal pemulihan bencana di Sumatera.
Menurutnya, capaian dalam satu bulan ini patut disyukuri. "Saya bersyukur dalam 1 bulan ini walaupun masih banyak tantangan, tapi cukup banyak kemajuan dan keberhasilan," ujar Prabowo, Rabu (31/12) lalu.
Ia tak menampik bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Namun, laporan yang masuk menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Dulu, puluhan desa terisolasi. Kini, untuk Kabupaten Tapanuli Selatan saja, sudah tidak ada lagi desa yang terputus aksesnya.
Secara keseluruhan di Sumatera Utara, hanya tersisa lima desa yang masih mengalami kendala akses. Angka itu jauh menurun drastis dibandingkan kondisi awal pascabencana.
Prabowo juga menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur. Ia memberi contoh pembangunan sebuah jembatan yang biasanya memakan waktu tiga minggu hingga sebulan.
"Ini berhasil dilaksanakan berapa hari? 10 hari bisa dilaksanakan," paparnya, sembari mengaku telah memeriksa langsung jembatan tersebut.
Di sisi lain, ia tak lupa mengucapkan terima kasih. Apresiasi itu ditujukan kepada semua pihak yang terlibat dalam kerja berat pemulihan ini.
"Terima kasih, ini adalah hasil kerja keras semua lembaga: TNI-Polri, masyarakat, Kementerian Pekerjaan Umum, BNPB. Hampir semua lembaga, kementerian/lembaga hadir di sini yang saya lihat," ucapnya.
Suasana di pengungsian itu sendiri terasa haru. Perayaan tahun baru yang sederhana menjadi saksi bahwa pemulihan memang sedang berjalan, meski langkahnya kadang terasa berat.
Artikel Terkait
Duo Tuan Rumah Juarai AFG Cup, Bawa Pulang Rp40 Juta
BMKG Prakirakan Cuaca Makassar Cerah Berawan, Waspada Hujan Ringan Dini Hari
Bocah Bermain Korek Api Picu Kebakaran Rumah Kayu di Makassar
Ketua Komisi III DPR Dukung Penetapan Tersangka Mantan Kapolres Bima Kasus Narkoba