Lewat unggahan di Instagram, Marshanda membuka sisi lain dari perjuangannya. Setelah belasan tahun hidup dengan bipolar, aktris itu justru baru merasakan gelombang kekhawatiran dan kegelisahan yang mendalam. Curhat pribadinya kepada sang ibu itu ia bagikan sebagai bentuk refleksi, sekaligus pengakuan bahwa perjalanan menghadapi gangguan mental ini tak selamanya linear.
Di sisi lain, selama ini publik mungkin mengenalnya sebagai sosok yang kuat dan penuh energi positif. Tapi dalam curhatannya, Marshanda mengungkap betapa hal-hal sepele bisa tiba-tiba menjatuhkannya. Perasaan itu datang begitu saja.
"Because of something small that just happened, Ca tiba-tiba ngerasa sakit bipolar itu membuat Caca jadi orang yang sial dan ga beruntung kaya orang yang ga ada mental illness. I feel so small," tulisnya.
Rasanya, ia seperti tak cukup pantas. Tak mampu menyamai orang lain yang tak punya kondisi serupa.
"Ca negerasa inadequate, incapable. Kurang pantas dapetin hal-hal yang biasa bikin bahagia," ungkapnya lagi.
Menurutnya, ia seolah lupa bagaimana caranya dulu tetap tegar. "Ca lupa caranya tahun-tahun kmaren Caca jadi orang yang kuat, positive thinking, spreading empowerment kaya gitu. Sekarang Caca ngerasa sial, ngerasa small," tambah Marshanda.
Yang menarik, semua perasaan berat ini justru muncul sekarang setelah 17 tahun diagnosis bipolar menghinggapi hidupnya. Selama ini, ia mengaku berusaha mengabaikan fakta itu. "Caca sebelum ini slalu ignore that fact that I'm not as good as other people because I have bipolar," tuturnya.
Alhasil, ia justru terlihat aktif. Berkonten, mengisi seminar, menyuarakan dukungan untuk healing dan self-love. Tapi di balik itu, ada sesuatu yang ternyata tertahan.
Marshanda membandingkan keadaan hatinya sekarang dengan sikapnya di masa lalu. Rasanya seperti baru mengalami duka karena diagnosis tersebut. "Ca kaya baru saja grieving krn dapet diagnosa bipolar. Baru sedih, baru patah hatinya sekarang, literally detik ini. Mungkin ca denial 17 tahun terakhir, deep in my heart ca gmau trima ca di diagnosa bipolar," katanya dengan jujur.
Namun begitu, sebagai ibu satu anak, ia mencoba mencari secercah cahaya. Mungkin kesadaran yang datang terlambat ini justru sebuah awal yang lebih baik. "I know 17 yrs is a long time to finally realize what is goin on with me. Although its sad maybe its a good thing that I am finally taking it in with more depth, deeper than before," pungkasnya.
Unggahan itu pun ramai dapat dukungan. Banyak penggemar yang menyemangati.
"Semangat Caca, lagi sedih gpp, nangis saja, ada saatnya kita ngerasa seperti itu, semuanya normal, yang penting besok pasti happy lagi begitu dunia ini berputar," tulis salah seorang pengikut dengan akun @hera.
"Semangat ka Caca, terus berkabar, bercerita, jangan merasa sendiri, kami semua ada buat km, we love you, keep strong untuk anak cantimu dan untuk dirimu sendiri," tambah akun @citr.
Tanggapan hangat itu seperti pengingat bahwa di balik layar, ada banyak orang yang turut merasakan dan mendukung langkahnya.
Artikel Terkait
Aruma Rilis Ulang “Cendana” dalam Bahasa Tagalog Demi Dekati Penggemar Filipina
Penampilan Bad Angel Lisa BLACKPINK di Coachella 2026 Picu Perdebatan Netizen
Ribuan Jamaah Hadiri Pengajian 40 Hari Meninggalnya Vidi Aldiano di Jakarta
MNCTV dan GTV Gelar Festival Keluarga dan Aksi Sosial di Karawang