"Ketika kritik dibungkam, dia akan dihubungkan lagi dengan semacam model kepemimpinan Orde Baru yang anti kritik," katanya.
Menariknya, Rocky justru melihat kekuatan baru di ruang digital. Menurutnya, di era sekarang, netizen seringkali lebih cepat dan cerdas menangkap permainan komunikasi politik dibandingkan parlemen. "Kejujuran sekarang lebih dipercaya pada netizen ketimbang pada parlemen," ungkapnya.
Ia meyakini komunitas global di dunia maya terikat oleh etika kemanusiaan dan solidaritas yang kuat. "Netizen Eropa pasti nyatu dengan netizen Amerika, Asia, Afrika Utara," paparnya. "Kalau ada bencana yang mereka pandang itu kelalaian dari pemerintah, semua hal kalau sudah diucapkan netizen, anggap saja itu tak mungkin lagi terhindarkan."
Menjelang akhir tahun 2025 ini, Rocky mendesak pemerintahan Prabowo untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Apalagi, kondisi ekonomi 2026 diprediksi banyak ekonom akan memburuk. Ini adalah momentum krusial.
"Ini kesempatan bagi Presiden Prabowo untuk memulai satu langkah radikal yang sering saya sebut radical break," kata Rocky.
Peringatannya jelas. "Kalau itu gagal, maka hitungan saya Februari akan terjadi lagi social unrest."
Ia memprediksi sebuah titik pertemuan yang berbahaya: antara frustrasi di kalangan elit dengan kesulitan ekonomi yang mencekik masyarakat sipil. Pada akhirnya, "Kesulitan ekonomi akan mendikte perubahan politik," pungkasnya.
Rocky menutup dengan penegasan. Kritik dari netizen, baginya, adalah suara jujur warga negara yang menuntut kehidupan lebih bermutu. Tuntutan itu, secara normatif dan etis, harus dijawab oleh Presiden Prabowo.
"Kapan? Ya, mulai sekarang," tutupnya.
Artikel Terkait
Persebaya Vs PSM Makassar: Duel Sengit Dua Raksasa di Markas Bajul Ijo
Sorloth Cetak Hattrick, Atletico Madrid Gasak Club Brugge 4-1
Jadwal Imsak Kota Medan 25 Februari 2026 Pukul 05.12 WIB
Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.17 WIB, Disusul Subuh 04.27 WIB