BMKG Imbau Waspada Hujan Petir hingga Gerimis di Sejumlah Wilayah

- Rabu, 25 Februari 2026 | 05:15 WIB
BMKG Imbau Waspada Hujan Petir hingga Gerimis di Sejumlah Wilayah

Rabu pagi ini, langit di sejumlah kota besar tampak kelabu. BMKG sudah mengeluarkan peringatan: waspadai hujan yang bisa turun dengan intensitas bervariasi, mulai dari gerimis ringan hingga hujan deras yang disertai petir.

Menurut prakirawan BMKG, Nur M. Rizky, beberapa wilayah perlu siaga. Di bagian barat Indonesia, kota seperti Pekanbaru, Surabaya, dan Palangkaraya berpotensi diguyur hujan disertai kilat dan guntur.

"Sementara itu, di wilayah timur Indonesia, potensi hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Denpasar, Bali; Palu, Sulawesi Tengah; serta Manokwari, Papua Barat," jelas Rizky.

Tak hanya hujan petir, curahan dengan intensitas sedang juga diprediksi melanda beberapa titik. Makassar, Mamuju, Gorontalo, dan Merauke masuk dalam daftar wilayah yang bakal terkena dampaknya.

Nah, untuk hujan ringan, sebarannya justru lebih luas. Sebagian besar wilayah Sumatera dan Jawa berpotensi menerimanya. Daerah lain seperti Tanjung Selor, Samarinda, hingga Mataram juga diperkirakan bakal gerimis.

Masih ada lagi. Daftar kota yang kemungkinan diguyur hujan ringan ternyata panjang. Mulai dari Kupang, Kendari, Manado, sampai ke wilayah timur seperti Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya.

Kondisi cuaca lain juga patut diperhatikan. Medan dan Pontianak, misalnya, berpeluang mengalami cuaca berawan tebal. Situasinya agak berbeda di Banjarmasin.

"Sementara itu, udara kabur diprakirakan terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan," ucap Rizky.

Melihat kondisi ini, BMKG tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat. Imbauannya jelas: tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem seperti kilat dan angin kencang yang bisa datang tiba-tiba. Penting untuk selalu mengupdate informasi terbaru.

"Informasi cuaca terkini juga dapat diakses melalui laman web BMKG, yaitu www.bmkg.go.id atau media sosial @info.bmkg," kata Rizky menegaskan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar