Mendagri Tito Karnavian Bawa Bantuan Langsung ke Aceh Utara, Data Kerusakan Jadi Prioritas

- Rabu, 31 Desember 2025 | 09:48 WIB
Mendagri Tito Karnavian Bawa Bantuan Langsung ke Aceh Utara, Data Kerusakan Jadi Prioritas

Langit masih kelabu di atas Desa Geudumbak, Aceh Utara, ketika Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian tiba, Selasa (30/12/2025) lalu. Usai rapat Satgas di Banda Aceh, Tito langsung menuju lokasi bencana. Kedatangannya bukan tanpa tujuan ia membawa serta bantuan dari keluarga besar Kemendagri untuk warga yang masih berjuang.

Bantuan itu beragam isinya. Mulai dari beras dan mi instan, sampai ke pakaian dan perlengkapan sekolah. Bahkan ada juga paket khusus untuk kebutuhan pribadi perempuan. Warga yang menyambutnya terlihat lega, antusiasme jelas terpancar di wajah mereka meski situasi masih serba sulit.

“Kami datang ke sini atas perintah dari Bapak Presiden,” ujar Tito, membuka dialog dengan masyarakat.

Ia menjelaskan, Prabowo Subianto sendiri rencananya akan segera menyusul. “Bapak Presiden sendiri besok Insyaallah akan datang ke Aceh, ke Bener Meriah, setelah itu beliau akan ke Aceh Tamiang,” tambahnya.

Memang, Aceh Utara termasuk yang paling parah diterjang banjir. Kunjungan ini sekaligus bentuk dukungan moril pemerintah pusat agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat. Menurut pantauan Mendagri di lapangan, perlahan-lahan perekonomian mulai bergerak lagi di beberapa titik. Itu pertanda baik.

Namun begitu, pekerjaan rumah masih menumpuk. Pemerintah fokus pada dua hal: membangun hunian sementara dan tetap untuk kerusakan berat, serta menyalurkan bantuan tunai untuk kerusakan ringan hingga sedang. Di sini, kata kuncinya adalah data. Dan data itu harus cepat.

“Jangan menunggu datanya sampai selesai semua. Karena kita berhitung hari, berhitung jam,” tegas Tito.

Pendataan bertahap, atau ‘data gelombang pertama’ istilahnya, dinilainya lebih efektif. Data cepat dari pemda akan memungkinkan BNPB segera mencairkan bantuan. Data yang sama juga jadi acuan Kementerian Sosial untuk bantuan lauk pauk, perlengkapan rumah, hingga modal usaha.

Di sisi lain, ada persoalan infrastruktur vital yang tak kalah mendesak. Mendagri akan membawa aspirasi perbaikan bendungan di Aceh Utara langsung ke meja Presiden dan kabinet. Bendungan itu urat nadi pertanian di sana.

“Jadi nanti semua data kita akan sampaikan, termasuk utamanya adalah satu, masalah bendungan tadi. Karena ini sangat vital mengairi sawah yang lain,” tandasnya.

Rencananya, data kerusakan bendungan dan irigasi akan diserahkan ke Menteri PUPR, sementara data sawah dan kebun yang rusak menjadi tugas Kementerian Pertanian untuk dipulihkan. Semuanya harus bergerak serentak. Pemulihan pascabencana, bagaimanapun, adalah lomba melawan waktu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar