Di Istana Negara, Jakarta, Selasa (30/12) lalu, suasana tampak sibuk seperti biasa. Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan dari dua orang penting: Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari. Pertemuan ini, seperti diungkapkan setelahnya, membahas sejumlah laporan krusial.
Usai keluar dari ruangan, Muhammad Qodari terlihat cukup optimis. Dia mengaku baru saja melaporkan perkembangan program-program prioritas pemerintah kepada Presiden.
“Kami di KSP melaporkan perkembangan dari program-program prioritas pemerintah, teman-teman. Dan Bapak Presiden senang dengan perkembangan-perkembangan yang sudah dicapai pada hari ini,” kata Qodari.
“Misalnya soal perkembangan MBG, kemudian keberadaan Danantara yang semakin berpengaruh. Lalu juga rencana-rencana ke depan termasuk soal perkembangan Koperasi Merah Putih yang notabene pada hari ini sudah menuju kepada pembangunan gerai-gerai ya,” sambungnya.
Di sisi lain, Fahri Hamzah membawa agenda yang berbeda. Fokusnya adalah pada percepatan pembangunan perumahan, sebuah isu yang selalu hangat dibicarakan. Menurutnya, ada sebuah wacana yang sedang digulirkan untuk membentuk lembaga khusus. Lembaga ini nantinya bakal punya kewenangan menyeluruh, mulai dari urusan tanah, perizinan, sampai pembiayaan.
“Yang intinya adalah memang harus ada lembaga nanti yang mengambil alih persoalan tanah, pengadaan lahan, kemudian mengambil alih persoalan perizinan, juga mengambil alih persoalan pembiayaan dan juga penghunian, serta manajemen daripada hunian yang berbasis kepada hunian sosial,” jelas Fahri.
Rencana ini tentu belum final. Fahri menyebut konsepnya masih dalam tahap penggodokan. Untuk mewujudkannya, diperlukan dasar hukum yang kuat, mungkin dalam bentuk Peraturan Presiden atau Peraturan Pemerintah yang sedang disiapkan timnya.
Soal Anggaran dan Bencana
Kembali ke Qodari, ada satu pertanyaan mendesak yang dijawabnya: apakah anggaran program prioritas bakal terganggu karena penanganan bencana di Sumatera? Jawabannya tegas: tidak.
Keyakinannya ini punya dasar. Menurut Qodari, Presiden sudah mengantisipasi dari jauh hari dengan kebijakan efisiensi anggaran. Selain itu, ada sumber pendanaan lain yang bisa diandalkan.
“Insyaallah tidak. Karena Bapak Presiden telah melakukan banyak penghematan ya di depan ya, ada efisiensi. Kemudian juga ada sumber-sumber pendanaan yang didapatkan melalui kegiatan penegakan hukum yang semua kita ketahui. Baik itu untuk apa, penataan kebun sawit, maupun mencegah penyelundupan, maupun juga untuk nanti tambang begitu. Jadi, Insyaallah tidak,” ucap Qodari.
Jadi, meski bencana datang, program-program andalan pemerintah disebutkan akan tetap berjalan sesuai rencana. Setidaknya, itulah yang disampaikan dalam briefing singkat di Istana itu.
Artikel Terkait
Galatasaray Hajar Juventus 5-2 di Laga Dramatis Liga Champions
Luapan Sungai Babon Rendam Jalan Pantura Kaligawe, Lalu Lintas Tersendat
Tanah Longsor di Kulonprogo Rusak Belasan Rumah, BPBD Catat 29 Titik Runtuhan
Muhammadiyah Rilis Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 untuk Yogyakarta