Aceh Desak Bantuan Lauk Pauk Cair Sebelum Korban Bencana Kembali ke Rumah

- Selasa, 30 Desember 2025 | 17:00 WIB
Aceh Desak Bantuan Lauk Pauk Cair Sebelum Korban Bencana Kembali ke Rumah

Rapat koordinasi tingkat tinggi digelar di Banda Aceh, Selasa lalu. Ruangannya penuh. Di sana, selain para menteri, hadir juga Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan sejumlah bupati. Pokok pembahasannya satu: pemulihan pascabencana.

Dalam forum itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, menyampaikan usulan yang cukup mendesak. Ia meminta agar bantuan uang lauk pauk segera cair, bahkan sebelum para korban bencana menempati hunian sementara atau hunian tetap.

"Uang lauk pauk ini kan baru bisa dicairkan Menteri Sosial setelah mereka kembali ke rumah. Tapi saran kami pimpinan, usulan kami, uang lauk pauk itu dari sekarang,"

Begitu penjelasan Fadlullah di hadapan para menteri. Suaranya terdengar tegas. Alasannya sederhana tapi menyentuh kondisi nyata di lapangan.

Menurutnya, banyak korban yang masih mengungsi saat ini benar-benar tak punya apa-apa. Uang? Jangankan untuk beli lauk, untuk ganti baju saja susah. Pakaian yang melekat di badan seringkali cuma satu-satunya.

"Kalau bisa uang lauk pauk itu untuk pengungsi dari sekarang bisa diberikan. Kalau mereka sudah kembali ke rumah, artinya mereka sudah mendapatkan biaya-biaya yang lain juga pimpinan,"

Uang yang dimaksud nilainya Rp 15 ribu per hari per orang, bersumber dari dana Kementerian Sosial. Jika dihitung, dalam sebulan bisa mencapai Rp 450 ribu. Rencananya, bantuan ini akan diberikan selama tiga bulan.

Di sisi lain, pemerintah juga telah menyiapkan skema bantuan lain. Ada bantuan tunai sebesar Rp 3 juta per keluarga khusus untuk mengisi perlengkapan rumah tangga. Rangkaian bantuan ini, baik logistik maupun uang, diharapkan bisa meringankan beban.

Namun begitu, usulan Fadlullah punya poin penting: percepatan. Bantuan jangan menunggu semuanya siap dulu. Berikan saat kebutuhan paling mendesak, yaitu ketika para pengungsi masih berjuang memenuhi kebutuhan harian di tenda-tenda pengungsian.

Rapat yang dihadiri Menko Polhukam, Mendagri Tito Karnavian, hingga Menhub dan Dirut PLN itu akhirnya mencatat usulan ini. Tinggal menunggu realisasi di lapangan. Warga Aceh tentu berharap bantuan segera sampai, tak hanya di atas kertas.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar