Pertemuan penting bakal digelar di Florida. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, rencananya akan menemui mantan Presiden AS Donald Trump di Mar-a-Lago, Senin waktu setempat. Itu artinya Selasa dini hari WIB.
Menurut juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, agenda utama pembicaraan adalah fase kedua gencatan senjata dengan Hamas. Tapi bukan cuma itu.
"Untuk memastikan Hamas dilucuti senjatanya, Gaza didemiliterisasi," jelas Bedrosian seperti dilansir AFP.
Di sisi lain, topik nuklir Iran juga akan dibahas. Israel punya pandangan keras soal ini. Mereka meyakini ancaman Iran jauh melampaui kawasan Timur Tengah.
"Bahaya yang ditimbulkan Iran bukan hanya bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga bagi Amerika Serikat," tegas Bedrosian.
Reaksi Hamas: Penolakan Tegas
Namun begitu, rencana pelucutan senjata itu langsung ditampik oleh sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam. Bagi mereka, ini bukan opsi.
"Rakyat kami membela diri dan tidak akan menyerahkan senjata mereka selama pendudukan masih berlangsung," ujar juru bicara baru kelompok tersebut.
Juru bicara itu memakai nama samaran Abu Obeida, sama seperti pendahulunya. Identitas aslinya adalah Hudhayfa Samir al-Kahlout. Justru Israel, menurutnya, yang seharusnya dilucuti. Alasannya jelas: banyak korban jiwa di Gaza yang berjatuhan.
“Kami menyerukan kepada semua pihak terkait untuk bekerja sama dalam melucuti senjata-senjata mematikan pendudukan, yang telah dan terus digunakan dalam pemusnahan rakyat kami,” katanya.
Pernyataan itu menggambarkan jurang yang masih sangat dalam. Sementara Netanyahu dan Trump bersiap berdiskusi di balik tembok mewah Mar-a-Lago, di Gaza, nada yang terdengar sama sekali berbeda penuh penolakan dan tuntutan balik.
Artikel Terkait
Persib Dikabarkan Intip Kiper Belanda Ronald Koeman Jr.
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Sukabumi, Dirasakan di Piru
Menag Umar Sampaikan Ucapan dan Harapan Damai di Tahun Baru Imlek 2577
BEI Libur Dua Hari, Investor Disarankan Manfaatkan Waktu untuk Evaluasi Portofolio