Tiga Klaster Huntap Sumatera Mulai Terbangun, Ada Skema Gotong Royong

- Senin, 29 Desember 2025 | 12:42 WIB
Tiga Klaster Huntap Sumatera Mulai Terbangun, Ada Skema Gotong Royong

Pembangunan rumah tetap untuk warga Sumatera yang terdampak bencana masih terus berjalan. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan kabar terbaru soal ini. Menurutnya, sudah ribuan unit hunian yang berdiri, meski prosesnya memang masih berlangsung.

Rinciannya, proyek huntap ini dibagi dalam tiga klaster. Klaster pertama merupakan hasil kerja Danantara.

"Yang pertama adalah dari Danantara sebanyak 15 ribu,"

kata Tito saat jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (29/12).

Nah, selain itu, ada pula huntap yang dikerjakan Kementerian PUPR dengan anggaran APBN. Tito tak menyebut angka pastinya. Tapi ia bilang, jumlahnya lebih banyak ketimbang yang dibangun Danantara. Jadi, kontribusi pemerintah pusat cukup signifikan.

Lalu bagaimana dengan klaster ketiga? Ini menarik. Konsepnya gotong royong, melibatkan pihak-pihak yang mau membantu. Salah satu contohnya, ada yang sudah menyumbang 2.600 unit dan groundbreaking-nya baru saja dilakukan minggu lalu.

"Setelah itu ada konsep gotong royong, artinya pihak-pihak yang ingin membantu. Di antaranya ada satu yang sudah membantu sebanyak 2.600 dan sudah groundbreaking minggu lalu,"

ujar dia.

Sambil menunggu huntap jadi, para korban enggak dibiarkan begitu saja. Pemerintah menyediakan hunian sementara. Opsi lainnya, mereka juga bisa memilih kompensasi berupa uang. Fleksibel, jadi warga punya pilihan.

"Untuk yang (rumah korban) rusak berat, itu nanti akan disiapkan hunian sementara. Ada yang hunian sementara disiapkan. Ada juga yang mungkin ingin mendapatkan biaya bantuan ingin (tinggal) di rumah keluarganya, ada pilihannya,"

paparnya menjelaskan.

Jadi, intinya proses pembangunan terus bergulir. Dari tiga skema tadi, harapannya kebutuhan tempat tinggal korban bisa terpenuhi secara bertahap.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar