Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya Dirombak, Kuota Digenjot Hingga 23 Ribu Penerima

- Senin, 29 Desember 2025 | 11:42 WIB
Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya Dirombak, Kuota Digenjot Hingga 23 Ribu Penerima

Upaya Surabaya Genjot IPM: Beasiswa Pemuda Tangguh Dirombak

Sejak 2022, Surabaya tak main-main dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia. Fokusnya jelas: memastikan anak-anak muda kota ini bisa mengenyam pendidikan lebih tinggi. Salah satu andalannya ya Program Beasiswa Pemuda Tangguh itu, yang menjangkau pelajar SMA hingga mahasiswa.

Nah, memasuki 2026, Pemerintah Kota berencana memperluas jangkauannya. Kuota penerima beasiswa ini bakal dinaikkan signifikan, menargetkan sekitar 23 ribu arek Suroboyo. Tapi, perluasan ini nggak datang begitu saja. Ada penyesuaian skema yang menyertainya, termasuk bagi mereka yang sudah menerima beasiswa sebelumnya.

Menurut sejumlah sumber, langkah ini diambil agar target yang lebih besar itu bisa tercapai dengan baik. Visinya tetap sama: "satu keluarga, satu sarjana."

Mantan Juru Bicara Wali Kota Eri Cahyadi, Mirza Akmal, mengakui penyesuaian ini mungkin terasa mendadak bagi sebagian pihak.

“Saya mohon maaf kepada teman-teman penerima Beasiswa Pemuda Tangguh karena penyesuaian ini terasa mendadak. Namun langkah ini memang diperlukan agar kuota tahun depan dapat terserap maksimal dan komitmen Pemkot Surabaya terkait satu keluarga satu sarjana dapat terwujud,” ujar Mirza, Senin (29/12).

Ia menegaskan, perubahan ini murni soal restrukturisasi kebijakan beasiswa internal. Jadi, nggak ada kaitannya dengan program-program lain yang sedang berjalan.

Di sisi lain, Mirza memastikan bahwa skema solusi untuk mahasiswa penerima lama sebenarnya sudah disiapkan. Hanya saja, detailnya belum bisa diumbar ke publik saat ini.

“Saya memahami kebingungan, bahkan kemarahan teman-teman mahasiswa. Namun solusinya sudah disiapkan oleh Disbudporapar. Saat ini masih menunggu Perwali terbaru benar-benar tuntas agar dapat disampaikan secara eksplisit,” jelasnya.

Lalu, seperti apa arah solusinya? Beberapa poin yang sedang digodok antara lain pembaruan Peraturan Wali Kota yang sedang dibahas intensif. Kemudian, akan ada fleksibilitas baru untuk menutupi kekurangan biaya UKT. Misalnya, jika UKT lima juta dan beasiswa hanya menanggung setengahnya, akan dicari cara untuk sisa pembayarannya.

Opsi lain, mahasiswa tetap bisa mengajukan banding UKT langsung ke kampus. Dinas terkait juga diklaim telah menjalin komunikasi yang erat dengan berbagai perguruan tinggi, didukung oleh Nota Kesepahaman sebagai landasan kerjasama.

Intinya, Pemkot berusaha merangkul semua pihak. Meski ada gejolak di awal, target jangka panjangnya tetap sama: membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi generasi muda Surabaya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar