Pratikno Ungkap 3.700 Sekolah Porak-Poranda, Target Belajar Kembali 5 Januari

- Senin, 29 Desember 2025 | 10:48 WIB
Pratikno Ungkap 3.700 Sekolah Porak-Poranda, Target Belajar Kembali 5 Januari

Di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin siang, suasana terasa mendung tak cuma di langit. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, tampil memberi penjelasan terkait upaya penanganan bencana di Sumatera. Ia menegaskan, pemerintah terus mendorong proses pemulihan pasca banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar dengan kecepatan maksimal.

“Kami bergerak cepat,” ujarnya singkat namun tegas.

Dari hasil pemantauan terakhir, kerusakan yang dialami dunia pendidikan cukup mencengangkan. Ribuan sekolah kena imbas. Pratikno menyebut angka yang nyaris tak terbayangkan: sekitar 3.700 sekolah terdampak. Dari jumlah itu, kerusakan berat menghantam lebih dari 3.100 bangunan sekolah. Bayangkan saja.

Di sisi lain, target pemerintah sudah jelas. Mereka ingin proses belajar mengajar bisa kembali efektif mulai 5 Januari 2026. “Kami sudah menyiapkan semuanya agar kegiatan belajar bisa dimulai lagi tanggal 5 Januari,” jelas Pratikno.

Tentu, jalan menuju kesana masih berliku. Saat ini, upaya pembersihan dan perbaikan masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Ada sekitar 587 sekolah yang sedang dibersihkan secara dipercepat, dengan target tuntas pada 4 Januari. Namun begitu, realita di lapangan memang belum ideal.

“Masih ada proses belajar yang harus bertahan di tenda. Sekitar 54 sekolah, untuk sementara, operasionalnya dialihkan ke tenda-tenda darurat,” kata Pratikno, mengakui kondisi yang serba terbatas itu.

Konferensi pers hari itu dihadiri deretan pejabat tinggi. Mulai dari Seskab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga pimpinan TNI-Polri seperti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hadir pula KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, Mendagri Tito Karnavian, Wamensos Agus Jabo, serta Kapusdatin BNPB Abdul Muhari. Kehadiran mereka menunjukkan betapa seriusnya penanganan bencana kali ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar