Di sisi lain, tekanan tak hanya datang dari kepolisian. Kampus tempat AS mengabdi, Universitas Islam Makassar (UIM), juga tak tinggal diam.
Sekretaris UIM, Muammar, mengonfirmasi identitas pelaku. “Dia dosen Fakultas Pertanian, berstatus ASN yang diperbantukan,” jelasnya.
Muammar menegaskan, pihak kampus pasti akan mengambil tindakan tegas. “Perilaku tersebut jelas tidak pantas dan tidak manusiawi. Pasti akan disidangkan secara internal,” katanya.
Ia mengakui aksi dosennya itu berpotensi besar mencoreng reputasi institusi. “Sanksi akan diberikan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Muammar.
Menariknya, pelaku sempat meminta maaf langsung di tempat kejadian. Namun, permintaan maaf spontan itu rupanya tak cukup bagi korban. Ningsih memilih melanjutkan laporannya ke polisi. Kini, publik hanya menunggu: kapan sang dosen memenuhi panggilan polisi dan mempertanggungjawabkan sikapnya yang jauh dari citra seorang pendidik.
Artikel Terkait
Dua Wisatawan Tewas Terseret Arus di Sungai Kalimborang Maros
Siswi SMP di Maros Jadi Korban Grooming dan Pemerkosaan di Makassar
Polda Jateng Bongkar Investasi Walet Bodong, Korban Rugi Rp78 Miliar
Tiga Ibu-ibu Boncengan Tiga Tanpa Helm Tabrakan di Bangkalan, Diselesaikan Secara Kekeluargaan