TMII Ganti Kembang Api dengan Ribuan Lilin untuk Sambut 2026

- Minggu, 28 Desember 2025 | 18:48 WIB
TMII Ganti Kembang Api dengan Ribuan Lilin untuk Sambut 2026

Pesta kembang api di Taman Mini Indonesia Indah tahun ini batal digelar. Menyambut 2026, suasana malam pergantian tahun di TMII akan jauh lebih hening dan khidmat. Penggantinya? Rencananya akan ada doa bersama dan aksi simbolis menyalakan seribu lilin.

Keputusan ini, menurut Plt Direktur Utama TMII Ratri Paramita, diambil sebagai wujud solidaritas. "Cuman di tahun ini memang kita tiadakan," ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (28/12).

Ratri lantas menjelaskan, "Tapi tadi disampaikan Pak Kapolres kita dengan 1.000 lilin. Itu sebenarnya sudah menandakan bentuk kepedulian kita."

Ia menegaskan langkah ini adalah bentuk keprihatinan mendalam terhadap saudara-saudara di Sumatera yang sedang dilanda duka.

Meski atraksi spektakuler itu ditiadakan, manajemen TMII yakin animo pengunjung takkan surut. "Alhamdulillah sampai hari ini kami masih sesuai target," kata Ratri. Jumlah pengunjung harian, menurutnya, masih bertengger di angka 20 hingga 25 ribu orang.

Di sisi lain, ada satu kegiatan baru yang sengaja diselipkan selama periode libur Natal dan Tahun Baru ini. "Dan juga yang berbeda di pekan Nataru ini, kami memang ada penggalangan dana untuk Sumatera," tutur Ratri.

Caranya dibuat semudah mungkin, mengandalkan teknologi digital. Dengan begitu, siapa pun yang berkunjung bisa ikut serta.

"Kita di masing-masing kalau Mas lihat itu di TV-TV kita, lalu di videotron kita ada barcode," jelasnya. "Itu dengan 'Kitabisa' yang mana langsung disalurkan ke situ."

Lantas, kapan puncak keramaian diperkirakan terjadi? Ratri memprediksi gelombang pengunjung justru akan membludak tepat di malam tahun baru. "Kita sampai 50.000 di malam pergantian tahun, tanggal 31-nya," pungkasnya.

Jadi, meski tanpa dentuman dan cahaya warna-warni di langit, TMII tetap siap menyambut puluhan ribu keluarga yang ingin mengawali tahun baru dengan cara yang berbeda.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar