Di Sumatera Utara, 365 nyawa melayang dan 60 orang belum ditemukan. Sedangkan di Sumatera Barat, korban tewas sebanyak 262 jiwa dengan 72 orang masih dalam status hilang.
Di tengah kabar duka, ada secercah harapan. Jumlah pengungsi yang tercatat di pos-pos penampungan ternyata terus menurun. Ini menunjukkan bahwa sebagian warga sudah mulai berani pulang, atau setidaknya pindah mengungsi ke rumah sanak saudara.
“Warga terdampak yang saat ini masih mengungsi terus berkurang,” jelas Aam. “Ini merepresentasikan bahwa ada dari warga terdampak yang sebelumnya mungkin mengungsi di titik-titik pengungsian yang tersebar ini mulai kembali ke rumah masing-masing atau rumah kerabat.”
BNPB pun siap mendukung dengan dana tunggu hunian bagi mereka yang memilih untuk pulang.
Secara keseluruhan, angka pengungsi masih sangat besar: 399.172 jiwa. Mereka ini tersebar, ada yang di tenda-tenda darurat, ada pula yang mengungsi secara mandiri ke tempat yang mereka anggap lebih aman.
“Total pengungsi saat ini 399.172 jiwa ini merupakan gabungan yang mengungsi di tenda-tenda pengungsian maupun yang mengungsi secara mandiri. Tadi kami sampaikan, baik itu di rumah kerabat, saudara, maupun keluarga,” pungkas Aam menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Hadapi Ujian Berat Lawan Bulgaria di Final FIFA Series
Dugaan Nepotisme Warnai Usulan Penerima Bedah Rumah di Desa Nagauleng, Bone
Polemik 41 Dapur MBG di Sulsel: Aturan Dilanggar, Janji Penertiban Menguap
Veda Ega Pratama Catat Lap Tercepat, Tapi Jatuh di Moto3 Amerika Serikat