“Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak memiliki kepercayaan” (HR. Ahmad).
Terlihat kan, betapa amanah dan kepercayaan itu saling berkait erat?
Namun begitu, punya pondasi saja belum cukup. Diperlukan jembatan untuk menyambungkannya, yaitu saling memahami. Inilah yang sering kali meredam gesekan. Dengan berusaha mengerti sudut pandang dan perasaan orang lain, banyak konflik yang sebenarnya bisa dihindari. Allah SWT pun mengarahkan kita untuk ini, “Dan janganlah kamu bergantungan dengan orang lain, dan berusahalah untuk memahami mereka” (QS. Al-Hujurat: 6).
Kalau ketiga sikap ini betul-betul kita jalani, dampaknya akan terasa luas. Bukan cuma di lingkup keluarga, tapi juga dalam organisasi, bahkan hingga kehidupan berbangsa. Hasilnya? Kehidupan yang lebih harmonis, maju, dan tentu saja, sejahtera untuk semua.
Imam Nur Suharno, Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat.
Artikel Terkait
Anggota DPR Nilai PP TUNAS Bentuk Perlindungan Jangka Panjang bagi Anak
17 Warga Gugat Ditreskrimum Polda Metro Jaya atas Penanganan Kasus Ijazah Jokowi
Putri Wakil DPRD Sulsel Kelola 41 Dapur Makanan Gratis Senilai Rp61,5 Miliar
Idrus Marham Kritik Komunikasi Pemerintah, Juru Bicara dan Menteri Dinilai Belum Maksimal